Tampilkan postingan dengan label business. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label business. Tampilkan semua postingan

Jumat, 07 Agustus 2009

Tiga Jurus Bangun Rumah Murah


Tiga Jurus Bangun Rumah Murah

shutterstock
ilustrasi
/
Artikel Terkait:
Ingin Rumah Indah, Biaya Murah?
Kebijakan Rumah Tipe 21 dan 36 Ditinjau Ulang
Tak Ada Listrik, Pembangunan Rumah Sederhana Terhambat
Perumahan Rakyat Tak Lekang oleh Krisis
Pengembang Diminta Bangun Rumah Sederhana
Jumat, 7 Agustus 2009 11:14 WIB
KOMPAS.com - Di tengah kondisi ekonomi yang belum stabil seperti sekarang ini, membangun rumah ideal dengan biaya murah tampaknya sebuah impian. Tetapi di mata arsitek sekaligu penulis buku “Mimpi Rumah Indah”, Yu Sing, membangun rumah berbiaya minim bukanlah sesuatu yang mustahil.
Untuk mewujudkan sebuah rumah murah, Yu Sing memberi sejumlah panduan penting yang merupakan hasil pengalamannya dalam mendesain beberapa rumah murah, baik yang sudah terbangun,yang sedang dibangun, maupun yang masih dalam proses desain. "Tentunya pengalaman mendesain rumah murah ini tidak dapat menjadi acuan akhir, tapi sebagai pemberi dorongan semangat bagi mereka yang ingin membangun rumah dengan biaya terbatas," ungkapnya. Setidaknya ada tiga hal penting menurut Yu Sing yang harus dipenuhi untuk mewujudkan rumah murah yakni penggunaan tenaga arsitek, perencanaan struktur rumah dan penggunaan material yang tepat.
Untuk hal pertama, Yu Sing mengakui masih banyak masyarakat yang terjebak pada anggapan keliru soal arsitek. Masyarakat menilai jasa arsitek itu selalu mahal sehingga pembangunan dirasa murah tanpa arsitek.
"Padahal itu tidaklah benar, memang arsitek masih terkesan eksklusif, tetapi ada juga yang tidak menetapkan tarif mahal," ujar Yu Sing.
Ia menegaskan, tidak semua arsitek menetapkan tarif yang tinggi. Tak sedikit arsitek yang siap memberikan jasanya dengan tarif yang sesuai dengan kantong.
Dengan menggunakan jasa arsitek, lanjut Yu Sing, masayarakat dapat menghemat biaya karena arsitek bisa membantu dalam membuat struktur, ruangan, dan pemilihan material yang efisien dan efektif. Menggunakan jasa arsitek juga membantu Anda dalam membuat desain rumah yang baik.
"Rumah yang didesain dengan baik, dapat mempengaruhi hidup seseorang menjadi lebih positif dan berkualitas. Begitu juga dalam konteks sebaliknya. Kalau ruang-ruang hidup sehari-hari sumpek, sikap hidup juga dapat terpengaruh menjadi sumpek," ujar Yu Sing.
Hal kedua yang harus dipenuhi adalah perencanaan struktur. Agak berbeda dengan desain rumah beranggaran dana longgar, desain rumah murah justru dimulai dengan desain sistem strukturnya terlebih dahulu, bukan dimulai dari desain arsitekturnya.
"Sistem struktur yang efisien sangat menentukan anggaran konstruksi rumah, karena biasanya biaya struktur rumah sekitar 40-50 persen dari biaya keselururuhan," ungkap Yu Sing.
Salah contohnya adalah merencanakan struktur atap. Untuk bagian ini, penggunaan atap fiber semen (tanpa kandungan asbestos) misalnya akan jauh lebih murah bila dibandingkan dengan atap genteng, karena tidak diperlukan kaso dan reng.
Selain itu, kalau lebar rumah tidak lebih dari 400 cm, maka tidak diperlukan struktur kuda-kuda. Jarak antara lantai satu dengan dua sebenarnya cukup 250 cm jika memiliki bukaan dan ventilasi cukup untuk ukuran ruangnya. Hal ini bisa menghemat biaya dinding, struktur kolom, dan tangga.
Struktur lantai dua juga dapat menggunakan struktur rangka multipleks yang dapat dilapisi cor semen tipis dengan pelapis keramik. Struktur lantai ini akan lebih ringan dibandingkan lantai beton sehingga kolom dan balok penyangganya bisa jauh lebih kecil.
Poin terakhir yang tak kalah penting dalam menekan biaya pembangunan rumah adalah penggunaan material atau bahan bangunan dengan harga relatif murah. Cukup banyak material mendasar atau murah yang dapat dieksplorasi pemakaiannya atau cara pemasangannya untuk membentuk sensasi ruang yang menarik. Misalnya bata merah saja dapat memiliki banyak sekali kemungkinan cara penyusunannya. Dapat dipasang seperti biasa, atau diberi jarak antara bata merahnya sehingga dindingnya berlubang-lubang, atau bata dipasang dengan variasi susunan satu bata dan setengah bata, dan lain-lain.Contoh lain material murah adalah bambu. Biasanya bambu dipandang sebagai bahan sekunder, tapi saat ini sedang menjadi material yang digemari karena kekuatan seratnya yang dapat menggantikan baja tulangan. Dengan sistem pengawetan yang baik, bambu dapat menjadi material primer rumah yang mampu bertahan puluhan rumah. Selain itu, juga bisa memanfaatkan material bekas atau daur ulang seperti kusen atau daun pintu.

Rabu, 10 Juni 2009

Dirancang Antigempa, Tahan 100 Tahun


Dirancang Antigempa, Tahan 100 Tahun

KOMPAS/RADITYA HELABUMI
Warga menyusuri Selat Madura saat air surut untuk mengumpulkan kerang di sekitar proyek Jembatan Surabaya-Madura (Suramadu) di kawasan Tambak Wedi, Surabaya, Jawa Timur. Jembatan Suramadu yang menghabiskan dana sebesar Rp 4,5 triliun itu telah siap dioperasikan dengan membawa harapan baru terjadinya percepatan pembangunan di kawasan Madura.
/
Artikel Terkait:
BERITA FOTO: Jelang Peresmian Jembatan Suramadu
Gubernur: Suramadu Harus Tingkatkan Kesejahteraan Madura
Berat Kendaraan Lewat Suramadu Dibatasi
Setelah Suramadu, Lantas Apa Lagi?

Selasa, 9 Juni 2009 10:32 WIB
AB Kuniawan/Try Hariyono
KOMPAS.com — Berdirinya Jembatan Suramadu merupakan tonggak sejarah baru dalam pembangunan konstruksi prasarana perhubungan di Indonesia. Jembatan antarpulau sepanjang 5.438 meter yang akan diresmikan besok (10/6) itu bukan hanya yang terpanjang di Indonesia, tetapi juga di Asia Tenggara.
Sebagai jembatan yang menghubungkan dua pulau, sesungguhnya Suramadu (Surabaya-Madura) merupakan jembatan kedua setelah rangkaian jembatan Barelang (Batam-Rempang-Galang) yang selesai dibangun tahun 1997. Enam jembatan dengan berbagai tipe yang menghubungkan tujuh pulau kecil di Provinsi Kepulauan Riau ini merupakan landmark keberhasilan dan kemandirian anak bangsa dalam membangun jembatan antarpulau.
Sebelum Suramadu dibangun, timbul keraguan, apakah mungkin membangun jembatan di daerah patahan dan gempa? Bagaimana dengan tiupan angin di laut Selat Madura yang terkenal kencang, apakah tidak akan memengaruhi konstruksi jembatan?
Penelitian pun akhirnya dilakukan secara mendalam selama 2003-2004. Penelitian yang lebih bersifat technical study dilakukan terhadap 12 item yang kebanyakan berupa parameter tanah.
Dari sisi seismic hazard analysis, misalnya, diperoleh kesimpulan, di sekitar lokasi jembatan tidak ditemukan suatu patahan aktif. Berdasarkan katalog gempa juga tidak ditemukan gempa dengan magnitude di atas 4 skala Richter sehingga kondisi di sekitar lokasi jembatan cukup stabil.
Kajian mendalam juga dilakukan terhadap kontur dasar laut, arus air laut, serta pengaruh pasang terhadap jembatan. Ternyata semuanya sangat memungkinkan untuk dibangun jembatan yang menghubungkan dua pulau. Adapun untuk angin, berdasarkan kajian, ternyata angin yang melintang kecepatannya sekitar 3,6 kilometer per jam sampai maksimal 65 kilometer per jam.
Tahan gempa
Jembatan Suramadu yang pemancangan tiang pertamanya dilakukan pada 20 Agustus 2003 oleh Presiden Megawati Soekarnoputri saat ini bisa tahan terhadap guncangan gempa sampai 7 skala Richter. Jembatan ini pun dirancang dengan sistem antikorosi pada fondasi tiang baja.
Karena menghubungkan dua pulau, teknologi pembangunan Jembatan Suramadu didesain agar memungkinkan kapal-kapal dapat melintas di bawah jembatan. Itulah sebabnya, di bagian bentang tengah Suramadu disediakan ruang selebar 400 meter secara horizontal dengan tinggi sekitar 35 meter.
Untuk menciptakan ruang gerak yang lebih leluasa bagi kapal-kapal, di bagian bentang tengah Suramadu dibangun dua tower (pylon) setinggi masing-masing 140 meter dari atas air. Kedua tower ini ditopang sebanyak 144 buah kabel penopang (stayed cable) serta ditanam dengan fondasi sedalam 100 meter hingga 105 meter.
”Total panjang tower sekitar 240 meter. Ini sesuatu yang belum pernah dilakukan sebelumnya,” kata Direktur Jenderal Bina Marga Departemen Pekerjaan Umum Hermanto Dardak.
Kuat 100 tahun
Secara keseluruhan, pembangunan Suramadu menghabiskan sekitar 650.000 ton beton dan lebih kurang 50.000 ton besi baja. Tak heran, dinas pekerjaan umum mengklaim Suramadu sebagai megaproyek yang menghabiskan dana total mencapai Rp 4,5 triliun. Jembatan ini dirancang kuat bertahan hingga 100 tahun atau hampir menyamai standar Inggris yang mencapai 120 tahun.
Karena berada di tengah lautan, Suramadu berpotensi terkendala faktor angin besar yang potensial terjadi di tengah lautan. Untuk memastikan keamanan kendaraan yang melintas di atas Suramadu, Departemen Pekerjaan Umum akan membangun pusat monitoring kondisi cuaca, khususnya angin.
”Jika kecepatan angin sudah mencapai 11 meter per detik atau sekitar 40 kilometer per jam, jembatan harus ditutup untuk kendaraan roda dua demi keselamatan pengendara,” ujar Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto.
Jika kecepatan angin bertambah hingga 18 meter per detik atau sekitar 65 kilometer per jam, jalur untuk kendaraan roda empat akan ditutup. Langkah ini semata-mata untuk keselamatan dan kenyamanan pengendara. Adapun konstruksi jembatan akan tetap aman karena Jembatan Suramadu dirancang tetap kokoh meski ditempa angin berkecepatan lebih dari 200 kilometer per jam.
Bukan cuma kuat dari terpaan angin, Jembatan Suramadu juga didesain mampu menopang kendaraan sesuai standar as atau axle di daratan. Dengan demikian, Suramadu diperkirakan mampu menahan beban dengan berat satu as kendaraan sekitar 10 ton.
Cukup lima menit
Setelah diresmikan besok, diperkirakan Jembatan Suramadu akan dilintasi 8.000-9.000 sepeda motor per hari serta sekitar 4.000 kendaraan roda empat per hari.
Jumlah ini berdasarkan perhitungan sebelumnya, kendaraan yang melintasi Ujung-Kamal dengan menggunakan kapal feri sekitar 2,4 juta sepeda motor per tahun (62 persen) serta 1,5 juta kendaraan roda empat per tahun (38 persen).
Selain bakal padat, jembatan ini pun pasti akan sangat membantu masyarakat karena waktu tempuh Surabaya-Madura bisa dipersingkat. Jika sebelumnya menggunakan feri dibutuhkan waktu sekitar 30 menit, sekarang dengan menggunakan Suramadu cukup ditempuh lima menit.
Sempat tersendat
Pembangunan Suramadu dalam perjalanannya sempat menemui kendala dana. Terhambatnya pencairan dana menyebabkan pembangunan approach bridge atau jembatan pendekat sisi Surabaya sepanjang 672 meter tersendat September 2008. Pemerintah Provinsi Jawa Timur akhirnya menalangi dana pembangunan melalui Bank Jatim sebesar Rp 50 miliar sebelum dana pinjaman dari Bank Exim of China sebesar 68,9 juta dollar AS cair.
Studi pembangunan yang kurang sempurna menyebabkan perkiraan biaya pembangunan juga meleset, seperti tiang pancang jembatan yang awalnya hanya didesain setinggi 45 meter akhirnya bertambah menjadi sekitar 90 meter. Karena itu, dari estimasi awal nilai kontrak sebesar Rp 4,2 triliun, biaya pembangunan akhirnya membengkak hingga Rp 4,5 triliun.
Pembiayaan pembangunan Suramadu 55 persen ditanggung pemerintah dan 45 persen sisanya pinjaman dari China. Dari total biaya pembangunan Suramadu sebesar Rp 4,5 triliun, sekitar Rp 2,1 triliun di antaranya berutang kepada China. Mahalnya pemikiran dan biaya pembangunan Suramadu diharapkan mampu menumbuhkan geliat ekonomi Tanah Air, terutama Jawa Timur.
(Yuni Ikawati)

Selasa, 09 Juni 2009

101 Ide Bisnis Tanpa Kantor, Apa Itu?




101 Ide Bisnis Tanpa Kantor, Apa Itu?


/
Sabtu, 6 Juni 2009 17:23 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com - Bagi anda yang belum mendapatkan pekerjaan, bosan dengan rutinitas kerja kantor dan kemacetan setiap hari, ingin memulai tantangan baru, mungkin anda bisa mulai mencoba usaha sederhana di rumah yang dapat memberikan berbagai keuntungan.
"Pertumbuhan usaha yang dijalankan dari rumah terus meningkat secara signifikan," kata perencana keuangan serta penulis buku Sulistyawati, saat peluncuran bukunya yang berjudul 101 Ide Bisnis Tanpa Kantor di Jakarta, Sabtu (6/6).
Sulistyawati mengatakan, banyak keuntungan yang didapat dengan berbisnis di rumah seperti tidak perlu menyewa tempat khusus, cukup mendesain dan mengatur ulang ruangan rumah untuk dijadikan ruang kerja sesuai yang diinginkan. "Tinggal menentukan ruang mana yang memungkinkan, bahkan ruang tidur pun bisa disulap menjadi kantor," katanya.
Selain itu, tidak perlu waktu khusus untuk berangkat ke lokasi kerja yang bisa memakan waktu berjam-jam akibat kemacetan dan dapat menghindari stres di jalan.
Keuntungan lain adalah, menghemat biaya baik untuk kendaraan, baju, sepatu, tas kerja, makan siang, dan sebagainya, serta waktu kerja yang fleksibel. "Bisa juga melakukan peran ganda seperti mengurus keluarga, serta dapat menjadi potensi peningkatan pendapatan keluarga," ucapnya.
Sedangkan kelemahan berbisnis di rumah, kata Sulistyawati, adanya perasaan terisolir dari lingkungan kerja, kesendirian, pendapatan yang tidak teratur, perasaan jenuh bekerja di tempat yang sama.
Selain itu, ada anggapan usaha di rumah sebagai pekerjaan yang tidak serius dan kurang profesional karena lokasinya di rumah dan tanpa ikatan. "Kendala lain usaha di rumah sering dilakukan tidak kosisten, banyak gangguan seperti dari anak, tetangga, serta adanya perasaan takut gagal," katanya.
Untuk itu, lanjutnya, sebelum terjun ke dalam bisnis sebaiknya mempelajari resiko dan kelemahan sehingga mampu menghadapi segala kemungkinan.
Menurut Sulistyawati, banyak ide bisnis sederhana yang banyak dibutuhkan orang. Sebagai contoh, usaha yang berhubungan dengan kamar tidur seperti produksi seprei dan bed cover, agen atau toko seprei dan bed cover. Contoh lain, yang berhubungan dengan kamar mandi seperti distributor detergen dan pembersih kamar mandi, sabun, lulur, dan peralatan mandi.
"Usaha lain yang banyak dibutuhkan khususnya kaum wanita, seperti salon, butik, penjahit, distributor busana muslim, produksi jilbab, ritel aksesoris, penjual parfum, Multi Level Marketing produk kecantikan, kerajinan aksesoris dan sebagainya," katanya.
Untuk usaha yang berhubungan dengan dapur, kata Sulistyawati, seperti toko sembako, pembuatan kue, katering, kafe, kursus memasak dan membuat kue, penyedia pembantu rumah tangga dan sebagainya.
Sedangkan yang berhubungan dengan anak, lanjut dia, seperti butik perlengkapan bayi, desainer kamar anak, jasa penitipan anak,toko mainan anak dan kado, serta kelompok bermain dan taman kanak-kanak. "Usaha lain seperti penerjemah, agen koran dan majalah, rental buku dan komputer, penulis, kreasi bunga, penyedia jasa kurir, percetakan, budidaya tanaman hias,rental sepeda motor," kata dia.
Sulistyawati juga membagi ide usaha sederhana lainya dari banyak bidang yang dapat di lakukan di rumah dengan modal yang tidak terlalu banyak dalam buku setebal 194 halaman tersebut.
Sulistyawati manambahkan, untuk memulai usaha harus diperhatikan beberapa hal, seperti apakah menyukai bisnis tersebut, adakah keahlian yang mendukung, tahu bagaimana menjalankanya, modal yang cukup, dan ada kaitannya dengan hobi. "Jika jawabannya 'ya' berarti siap memulai usaha tersebut," ucapnya.
Selain itu, harus dibuat perencanaan dan konsep bisnis yang baik, meliputi nama usaha, jenis usaha, rencana pengembangan, keuangan, cara memperoleh dan pengembalian modal, perkiraan laba rugi, rencana pemasaran dan sebagainya..
Sulistyawati juga membagikan tips bagaimana cara menjalankan usaha dan bagaimana memasarkan produk yang baik dalam buku tersebut.
Jadi sekarang anda tidak perlu lagi khawatir memulai bisnis di rumah. Silahkan mencoba...

Kiat Menjalankan Marketing Zaman Ini


Kiat Menjalankan Marketing Zaman Ini

HERMAWAN KERTAJAYA
Philip Kotler
/
Artikel Terkait:
Kotler: Ini Abadnya Asia
Inilah Chaotic Management System ala Philip Kotler
Kotler: Kondisi Ekonomi Tidak Akan Normal
Strategi Terbaik Hadapi Masa Resesi ala Philip Kotler
Dua Alasan Terjadinya Krisis Global Menurut Kotler
Rabu, 27 Mei 2009 19:08 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com - Menghadapi perubahan yang berarti di zaman ini, teknik pemasaran juga mesti memperhatikan beberapa hal penting.
"Anda harus lebih fokus budaya setempat, harus punya penghargaan yang lebih tinggi terhadap nilai-nilai yang berlaku," kata Philip Kotler dalam Seminar Marketing in Turbelent Times di Ballroom Hotel Kempinski Jakarta, Rabu (27/5).
Selain itu, ada 7 kiat yang layak diperhatikan menurut Kotler, antara lain:
1. Perusahaan mesti memberikan pelayan yang terbaik
2. Harus menjual pengalaman, emosi dan karya otentik
3. Harus membangun hubungan yang baik pada konsumen
4. Harus punya relasi dengan media, blogg, dan situs-situs pertemanan yang melibatkan banyak orang atau komunitas
5. Harus mampu mengembangkan dengan cepat sistem dan perencanaan
6. Harus mampu mengukur hasil-hasil dan akuntabilitas perusahaan
7. Harus menyeimbangkan penghargaan kepada para pemegang saham

Philip Kotler: Think Customers and You'll Be Save


Philip Kotler: Think Customers and You'll Be Save

FRANS AGUNG
Bapak Marketing Modern Philip Kotler saat memberikan Seminar Sehari "Marketing in Turbulent Times" di Ballroom Hotel Indonesia Kempenski Jakarta (27/5).
/
Rabu, 27 Mei 2009 19:10 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com — Mengakhiri seminar sehari bertajuk "Marketing in Turbulent Times" pada hari Rabu (27/5), Prof Philip Kotler, yang dijuluki Bapak Marketing Modern, memberikan nasihatnya kepada para pebisnis di Indonesia: "Think customers and you'll be save". Artinya kurang lebih, rengkuhlah para pelanggan Anda supaya bisnis Anda bisa tetap berlangsung baik.
Seminar di Ballroom Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, dan diselenggarakan atas kerja sama Kompas Gramedia, Markplus Inc, dan BRI Prioritas itu berlangsung menarik. Kotler di penghujung seminar menjelaskan masa depan marketing yang akan ditandai dengan kolaborasi antara produser dan seluruh stakeholder, termasuk pelanggan tadi.
"Collaborative marketing antara lain ditandai dengan co-created experiences," kata Kotler. Ia menjelaskan, keterlibatan pelanggan dalam menghasilkan produk yang lebih baik menjadi bagian penting dari model pemasaran masa kini.
Ia mencontohkan tentang pelibatan komunitas sepeda motor. Mereka diundang oleh perusahaan tertentu untuk memberikan sumbangan pemikiran guna memperbaiki produk motor yang menjadi idola mereka itu.
"Belum semua perusahaan memasuki collaborative marketing secara utuh," ujarnya. Sebagian baru memasuki fase relationship marketing, yang sifatnya lebih menjaga hubungan antara produsen dengan konsumen. Namun ini masih lebih baik daripada sekedar transactional marketing, yang muncul pada era 50-an.
Kepada ratusan hadirin yang tampak betah mengikuti seminar dari pagi hingga petang itu, Kotler menjelaskan evolusi marketing mulai dari era 50-an sampai era 2000-an, yang ia sebut financially-driven marketing.
Masing-masing era menciptakan istilah tersendiri dalam dunia marketing, yang berlaku baik pada masanya. Tetapi selayaknya sebuah evolusi, makin ke sini makin kompleks sejalan dengan kemajuan ekonomi dan industri komunikasi.
Dalam bahasa Inggrisnya yang sangat jelas dan tidak rumit itu, Kotler, yang hari ini berusia 78 tahun, itu merumuskan pola marketing masa depan itu sebagai Marketing 3.0, yang bukunya segera diluncurkan.
Marketing nantinya tidak hanya menyentuh pikiran dan hati pelanggan, tetapi juga harus sampai pada penciptaan semangat (spirit) di antara para pelanggan. Sehingga, suatu perusahaan tidak hanya mampu membuat sekadar lebih baik atau berbeda dengan kompetitornya, tetapi juga bahkan mampu membuat perbedaan.
Kotler malam ini menghadiri jamuan makan malam (gala dinner) yang diselenggarakan oleh Kementerian Budpar. Pada kesempatan itu, Kotler akan diangkat oleh Pemerintah Indonesia sebagai Dubes Pariwisata Indonesia.

Senin, 08 Juni 2009

Daur Ulang Kertas Itu Gampang



Daur Ulang Kertas Itu Gampang

KOMPAS/LASTI KURNIA
Pelajar SMAN 12 Klender, Jakarta Timur, kemarin, menyelesaikan beragam kerajinan yang dibuat dari bahan-bahan daur ulang untuk persiapan Expo Daur Ulang di sekolah mereka. Diikuti sejumlah siswa SMP dan SMA, Expo Daur Ulang yang dibuka Sabtu (21/2) ini untuk umum akan diramaikan demo pembuatan kerajinan daur ulang, kertas daur ulang, dan membuat kompos.
/
Artikel Terkait:
Cara Cerdas Kurangi Kertas
Guru "Harus" Kreatif Manfaatkan Barang Bekas
Kupu-Kupu pun Suka Padanya
Kertas Unik dari Batang Pisang
Membuat Hiasan Pintu

Selasa, 26 Mei 2009 18:40 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com - Dengan alat sederhana yang ada di rumah, kita dapat memanfatkan kembali kertas yang tidak terpakai. Hasilnya mungkin tidak berupa kertas yang mulus licin untuk ditulisi. Kita dapat menggunakan kertas ini sebagai bahan kerajinan tangan. Yang penting, dengan membuat kertas sendin, sampah kertas dapat kita kurangi.
1. Robek-robek kertas dalam ukuran kecil. Rendam dalam seember air selama semalaman.
2. Ambil sekitar 1,5 gelas kertas renclaman, masukkan ke dalam blender. Tambahkan 2 gelas air dan hancurkan sampai merata.
3. Tuang larutan halus tadi ke dalam baskom lebar. Saring menggunakan saringan kasa berbingkai,sehingga selapis tipis kertas berada di permukaannya.
4. Tempelkan lapisan kertas yang baru ini ke permukaan keras yang rata, misalnya papan kayu. Lepaskan dari saringan kasa.
5. Serap permukaan kertas yang baru dengan kain untuk mengtilangkan kelebihan air. Jemur hingga betulbetul kering di terik matahari,
6. Saat kertas baru sudah kering, lepaskan perlahann dari permukaan papan. Agar kertas memiliki motif yang cantik, tambahkan daun-daunan atau bahan lain pada saat penyaringan. Dengan begitu, bahan tambahan in akan ikut menyatu bersama bahan kertasnya. (FRANSISCA WUNGU PRASASTI/Tabloid Rumah)

Empat Komponen Penting Sebelum Melakukan Spooring

Empat Komponen Penting Sebelum Melakukan Spooring

Beberapa indikasi bahwa kaki-kaki mobil harus di-spooring dapat diketahui dari kestabilan kemudi. Jika kemudi cenderung "lari" ke satu sisi, itu pertanda bahwa kita harus segera melakukan penyelarasan (spooring).
Tanda lainnya adalah keausan tapak ban yang tidak rata. Keausan yang tidak rata ini terjadi karena sisi-sisi permukaan ban tidak mendapat beban yang sama besar akibat kaki-kaki yang tidak selaras.Diantara beberapa komponen yang paling vital dalam menentukan keselarasan roda dan kemudi ada empat, yaitu: tierod, end tierod, balljoint dan bushing. Tierod dan end tierod bertugas dalam meneruskan gaya belok dari kemudi ke roda-roda.
Komponen yang terbuat dari logam ini secara berkala dapat aus karena pemakaian. Begitu juga dengan balljoint, komponen dari logam yang bertugas menopang knuckle arm ini juga aus karena pemakaian.
Sedangkan bushing yang berfungsi sebagai titik tumpu pergerakan suspensi sangat mungkin pecah karena terbuat dari karet.
Sebelum membawa mobil Anda ke bengkel untuk melakukan spooring, Anda dapat memerika kondisi keempat komponen ini terlebih dahulu. Caranya mudah sekali. Angkat mobil Anda dengan menggunakan dongkrak hingga ban menggantung. Lalu, pegang dua sisi ujung roda kemudian guncang-guncangkan roda tersebut. Jika terasa oblag, dapat dipastikan bahwa telah terjadi keausan pada tierod, end tierod, balljoint atau bushing pecah.
Komponen-komponen ini harus diganti dengan yang baru jika hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa kondisinya memang sudah aus.
Pemeriksaan ini penting untuk diketahui. Paling tidak, hasil pemeriksaan sederhana kita tersebut berguna sebagai informasi awal bahwa mekanik akan menyarankan penggantian komponen-komponen tadi sebelum mulai melakukan spooring. Sebab, spooring yang dilakukan tanpa memperhatikan keausan tierod, end tierod, balljoint maupun bushing, tidak akan memberikan hasil yang maksimal.
Bukan tak mungkin setelah jalan beberapa meter dari bengkel, gejala-gejala perlunya spooring tetap terasa. awso

Mengatasi Embun di Lampu-Lampu Mobil

Mengatasi Embun di Lampu-Lampu Mobil

Selain sebagai sumber cahaya, sinar yang terpancar dari lampu mobil juga menjadi sandi yang sangat penting dalam dunia berkendara. Jika ingin belok, mengurangi kecepatan atau berhenti misalnya, pengendara membutuhkan sinar atau kedipan lampu sebagai sarana berkomunikasi. Untuk itu, lampu-lampu mobil semestinya dapat bersinar terang.
Jangan redup sedikitpun, apalagi padam sama sekali.Salah satu penyebab yang dapat mengganggu sinar lampu mobil adalah embun. Meskipun hanya berupa uap air, embun yang menyelinap ke dalam lampu-lampu mobil bisa sangat mengganggu.
Selain meredupkan pancaran sinar dari bohlam, embun atau uap air dapat mengakibatkan bohlam-bohlam putus, terutama jika embun atau uap air sampai ke kabel-kabel hingga memicu korsletting saat dialiri listrik.Karena itu, coba periksa lampu-lampu mobil Anda.
Jika ada embun atau uap air di dalamnya, kemungkinan besar mika dan seal-sealnya sudah dalam kondisi yang kurang baik.
Penanganan sementara, dengan copot penutup lampu tersebut, lalu bersihkan hingga kering dengan menggunakan lap dan semprot dengan angin kompresor atau pengering rambut (hair dryer). Untuk hasil yang lebih memuaskan, kami sarankan untuk mengganti mika dan seal-seal di lampu-lampu mobil dengan yang baru.
Seal yang kurang rapat pada umumnya terjadi karena masalah umur. Semakin tua umur kendaraan, pada umumnya seal sudah kurang elastis (keras).
Apalagi jika kendaraan sering diparkir di tempat panas. Bagian mika pun demikian, semakin tua umur kendaraan dan semakin sering terkena suhu panas, kemungkinan retak atau pecah semakin besar. awso

Sambut Hari Lingkungan, Berkendara Sambil Kurangi Pencemaran

Coba ingat-ingat lagi kabin mobil Anda. Sudah adakah kotak sampah di sana? Semoga saja ada, karena benda kecil ini bisa menjadi indikator seberapa besar kepedulian pemiliknya terhadap lingkungan, sehingga tidak terbiasa melempar sampah berupa kertas, plastik atau bahkan puntung rokok yang masih menyala ke jalan raya.

Kesadaran tentang lingkungan memang perlu kita tingkatkan. Bukan hanya karena terkait peringatan Hari Lingkungan Sedunia yang jatuh setiap 5 Juni, melainkan juga karena sebagai pengendara kita dapat berperan serta mengurangi polusi.
Selain tidak membuang sampah sembarangan, juga dengan menekan polusi dari gas buang. Misalnya, dengan menerapkan eco driving seperti poin-poin yang pernah diulas berikut ini. Hasilnya juga dapat kita rasakan ke konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) mobil kita yang semakin irit.

1. Hindari menginjak pedal gas dengan cara menghentak
Injakan harus stabil dan bertahap agar BBM yang dihisap/di-supply ke ruang bakar sesuai dengan yang dibutuhkan. Pasokan BBM yang terlalu banyak menyebabkan pemborosan.

2. Pindahkan gigi persneling sesuai RPM kendaraan
Saat memindahkan persneling, alangkah baiknya pada rpm (rotate per minute) di mana tercapai torsi tertinggi. Spesifikasi dan keterangan tentang rpm dapat dilihat pada brosur kendaraaan. Kebiasaan lain yang seringkali dilupakan pengendara adalah: tidak segera menyesuaikan persneling setelah menurunkan kecepatan (deselerasi). Pemakaian gigi yang tinggi pada kecepatan rendah akan membuat mesin dan transmisi bekerja lebih berat serta membuat bahan bakar lebih boros. Sebaiknya, setelah berlari kencang tiba-tiba harus ngerem mendadak, pindahkan perseneling ke posisi lebih rendah.

3. Servis berkala dan uji emisi
Untuk poin ini, silakan cari informasi dan hadiri event "Save Our World" yang AstraWorld adakan. Di event ini, mobil-mobil merek Astra (Toyota, Daihatsu, Isuzu, BMW dan Peugeot) dapat menikmati Uji Emisi Gratis. Dari uji emisi akan ketahuan kadar emisi gas buang. Apabila hasil pemeriksaan gas buang menunjukkan nilai HC (hidrokarbon) dan CO (karbonmonoksida) terlalu tinggi, ini pertanda pembakaran di ruang bakar tidak sempurna, dan sudah pasti polutan yang dibuang lewat knalpot lebih tinggi. Boros atau tidaknya konsumsi BBM juga ditentukan oleh kondisi komponen-komponen mesin. Komponen mesin yang sudah banyak mengalami keausan/ kerusakan bisa menyebabkan pembakaran BBM tidak sempurna. Lakukan perawatan mesin secara rutin. Perhatikan juga komponen-komponen pada penggerak roda seperti kopling, bearing (roda), kopel (propeler shaft), as roda, dan roda. Bila komponen-komponen penggerak roda ini aus atau rusak, akan menyebabkan tenaga yang dihasilkan oleh mesin untuk mendorong mobil terbuang percuma.

4. Perhatikan beban mesin
Faktor lain yang menentukan konsumsi BBM adalah beban yang harus ditanggung mesin. Usahakan tidak mengangkut muatan yang tidak diperlukan (overload), karena semakin berat beban, semakin besar konsumsi BBM.

5. Rencanakan perjalanan
Yang tidak boleh dilupakan adalah kemampuan pengendara untuk mengantisipasi dan menghindari kemacetan. Berkendara di tengah kemacetan sangat tidak efektif dan boros BBM.
...awso..

Bergetar Ketika akan Melepas Pedal Kopling

Sebagai pengendara kita pasti akan merasa kurang nyaman bila ada getaran yang tidak normal. Salah satu getaran yang biasanya cukup mengganggu adalah kasus seperti yang dikeluhkan seorang pemakai kendaraan.
Tiap kali memulai berkendara (dari posisi diam), saat melepas pedal kopling mobilnya bergetar agak keras. Apalagi jika jalur yang ditempuh agak menanjak, getaran akan terasa lebih keras lagi. Jika mengalami kasus seperti ini, jangan buru-buru menyalahkan komponen mobil. Bukan mustahil pemicu getaran saat melepas kopling adalah gaya dan teknik berkendara. Terutama bagi para pengendara mobil bertransmisi manual.
Getaran tak normal dapat dipicu oleh ketidakseimbangan antara penginjakan pedal gas dan pelepasan pedal kopling. Seringkali, pengendara terlambat menginjak pedal gas ketika kopling dilepas. Jika terasa bergetar saat baru mulai bergerak, coba injak pedal gas lebih dalam. Tambahan tenaga dapat mengatasi getaran karena kasus seperti ini umumnya terjadi akibat mesin tidak kuat mengangkat beban mobil.
Kendati begitu, bisa saja solusi di atas tidak menjawab persoalan. Ini berarti, getaran muncul karena sebab-sebab lain.
Ada beberapa kemungkinan teknis yang bisa diduga sebagai biang keladi munculnya getaran seperti kasus di atas. Diantaranya:
1. Setelan mesin.
2. Mounting (sambungan) mesin sudah mengeras.
3. Plat kopling, matahari atau roda gila (flywheel) tidak rata.
Mungkin saja setelan RPM, waktu pengapian kurang tepat atau busi sudah aus. Sama seperti masalah gaya berkendara, kondisi setelan mesin dan komponen yang sudah aus membuat tenaga mesin menurun sehingga tidak kuat mengangkat beban kendaraan.
Penyebab seperti ini harus ditangani dengan penyetelan mesin yang bisa dilakukan saat tune up atau servis berkala.
Kemungkinan mounting yang sudah mengeras juga bisa menjadi pemicu. Material engine mounting terbuat dari karet. Ia dapat mengeras karena secara fisik letaknya memang dekat temperatur yang lumayan tinggi.
Jika sudah mengeras, engine mounting kurang dapat meredam getaran mesin.
Bila setelah diperiksa engine mounting memang sudah mengeras, sebaiknya lakukan penggantian komponen ini. Kondisi engine mounting memang tergantung pemakaian.
Tapi pada umumnya, engine mounting sudah harus diganti saat kendaraan berusia 5 tahun ke atas.
Sedangkan kemungkinan terakhir bisa terjadi karena plat kopling, matahari atau roda gila yang tidak rata yang mengakibatkan penyaluran tenaga dari mesin ke transmisi tidak berlangsung mulus.
Penyebab yang satu ini dapat diselesaikan dengan melakukan penggantian komponen kopling dan meratakan roda gila. Biasanya komponen-komponen ini sudah harus diganti setelah kendaraan mencapai 60.000 km ke atas.
Sudah tentu kondisi ini tidak boleh didiamkan. Setelah mengetahui sumber penyebabnya, segera lakukan langkah-langkah perbaikan.
Terutama, jika getaran itu disebabkan oleh roda gila yang tidak rata. Bukan saja mengganggu kenyamanan berkendara, jika dibiarkan lama kelamaan roda gila yang tidak rata bisa membuat komponen ini aus sebelah.
Efek selanjutnya, getaran terasa akan semakin keras. Begitu juga dengan saat melepas pedal kopling. Jika terus menerus bergetar, lama kelamaan permukaan plat kopling tidak rata, dan getaran mobil akan semakin keras.
Cara termudah mencegah kerusakan lebih parah adalah dengan melakukan perawatan secara berkala.
Bawa kendaraan Anda ke bengkel jika sudah saatnya harus di-servis.

Gaya Berkendara yang Hemat dan Ramah Lingkungan



Upaya menghemat bahan bakar kendaraan tidak selalu harus melalui pengaplikasian teknologi modern pada mobil yang kita gunakan. Cara yang lebih sederhana dan dimulai dari diri para pengemudi sendiri juga banyak pengaruhnya terhadap konsumsi bahan bakar. Dengan eco driving, misalnya.

Melalui eco driving, ada dua efek besar yang akan diperoleh pengendara. Pertama, konsumsi bahan bakar minyak (BBM) menjadi lebih irit. Konsumsi BBM yang irit otomatis akan mempengaruhi belanja BBM. Kedua, dari segi teknis eco driving mendukung terjadinya proses pembakaran bahan bakar yang sempurna. Pembakaran yang sempurna dapat menekan emisi gas buang yang keluar dari knalpot kendaraan. Itu sebabnya, eco driving juga identik dengan gaya berkendara yang ramah lingkungan.

Seperti apakah gaya berkendara yang hemat dan ramah lingkungan? Berikut ini hal-hal yang dapat kita praktekkan:

1. Hindari menginjak pedal gas dengan cara menghentak

Injakan harus stabil dan bertahap. Kalau pedal gas diinjak secara tiba-tiba, otomatis bahan bakar yang akan diisap/di-supply ke ruang bakar juga terlalu banyak. Akibatnya tidak semua bahan bakar yang masuk ke ruang mesin terbakar. Ini yang disebut dengan pemborosan karena bahan bakar yang masuk tidak keluar dalam bentuk tenaga, melainkan ikut terbuang ke udara luar lewat knalpot.

2. Pindahkan gigi persneling sesuai RPM kendaraan

Saat memindahkan gigi persneling, alangkah baiknya pada RPM yang sesuai spesifikasi kendaraan. Spesifikasi ini dapat dilihat pada buku manual kendaraan. Di brosur mobil yang disebarkan dealer biasanya juga terpampang keterangan mengenai moment maximum (torsi maximum dalam satuan kgm/rpm) dan output maximum (dalam satuan Kw/rpm). Selain itu, satu kebiasaan lain yang seringkali dilupakan pengendara adalah: tidak segera menyesuaikan gigi persneling setelah menurunkan kecepatan (deselerasi). Setelah berlari kencang lalu tiba-tiba ngerem mendadak, sebaiknya pindahkan gigi perseneling ke posisi yang lebih rendah.

3. Servis berkala dan uji emisi

Boros atau tidaknya konsumsi BBM juga ditentukan oleh kondisi komponen-komponen mesin. Komponen mesin yang sudah banyak mengalami keausan/ kerusakan bisa menyebabkan pembakaran bahan bakar tidak sempurna. Lakukan perawatan mesin secara rutin. Periksa juga emisi gas buang. Apabila hasil pemeriksaan gas buang menunjukkan nilai HC (hidrokarbon) dan CO (karbonmonoksida) terlalu tinggi, ini pertanda pembakaran di ruang bakar tidak sempurna. Perhatikan juga komponen-komponen pada penggerak roda seperti kopling, bearing (roda), kopel (propeler shaft), as roda, dan roda. Bila komponen-komponen penggerak roda ini aus atau rusak, akan menyebabkan tenaga yang dihasilkan oleh mesin untuk mendorong mobil terbuang percuma.

4. Perhatikan beban mesin

Faktor lain yang menentukan konsumsi BBM adalah beban yang harus ditanggung mesin. Usahakan tidak mengangkut muatan yang tidak diperlukan (overload), karena semakin berat beban, semakin besar konsumsi BBM. Begitu juga dengan AC. Atur temperatur AC yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi ruangan, karena kompresor AC memberikan beban yang cukup besar bagi mesin.

5. Perencanaan dalam berkendara

Yang tidak boleh dilupakan adalah kemampuan pengendara untuk mengantisipasi dan menghindari kemacetan. Rencanakan perjalanan sebelum mengendarai mobil. Sebab, berkendara di tengah kemacetan sangat tidak efektif dan boros BBM.

Coba praktekkan kelima hal di atas. Lalu bandingkan konsumsi BBM-nya dengan gaya berkendara Anda sebelumnya.(awso )

Mari Ikut Menekan Emisi Gas Buang









Mari Ikut Menekan Emisi Gas Buang

Tingkat pencemaran udara sudah sangat mencemaskan. Data penelitian yang pernah dilakukan SwissContact untuk kasus udara Jakarta misalnya menyebutkan bahwa emisi gas buang kendaraan menyumbang 70% pencemaran udara. SwissContact adalah lembaga yang banyak mengkampanyekan udara bersih.

Dari sisi teknologi, pabrikan mobil sudah berusaha menekan efek buruk gas buang kendaraan. Sekarang dapat kita temui mobil-mobil yang dilengkapi dengan VVT-i, Catalytic Converter, atau Exhaust Gas Recirculation (EGR), bahkan sistem Electronic Fuel Injection. Semua diperuntukkan agar emisi gas buang jauh lebih ramah lingkungan.

Di samping kepedulian pabrikan, pemilik mobil yang tidak dilengkapi komponen-komponen seperti di atas pun sebetulnya tetap dapat membantu menekan tingkat pencemaran udara. Misalnya melalui penyetelan-penyetelan, perawatan kondisi komponen-komponen dan gaya berkendara.

Adapun penyetelan yang bisa dilakukan untuk mengurangi emisi adalah:

1. Emisi: Dapat dilakukan dengan mengatur campuran udara dan bahan bakar saat idle. Gunakan idle mixture adjusting screw pada sistem karburator atau dengan mengatur besarnya tahanan pada variable resistor untuk kendaraan sistem injeksi. Untuk kendaraan yang sudah dilengkapi dengan catalytic tidak diperlukan penyetelan karena sudah secara otomatis diatur oleh komputer berdasarkan oksigen sensor.

2. Waktu pengapian: Dapat dilakukan dengan mengatur posisi rumah distributor (untuk kendaraan yang masih menggunakan distributor) dan untuk kendaraan yang tidak dilengkapi dengan distributor, atau kendaraan yang satu coil-satu silinder atau satu coil untuk dua busi, secara otomatis sudah diatur oleh komputer.

3. Celah katup: Celah katup yang tidak sesuai akan menyebabkan jumlah bahan bakar yang akan masuk ke mesin berlebihan atau malah berkurang. Akibatnya, ada sebagian bahan bakar yang terbuang ke udara luar. Untuk itu kami sarankan penyetelan setiap 10.000 km, atau untuk kendaraan yang sudah dilengkapi dengan valve lifter hydraulic lakukan pemeriksaan lifter apabila timbul bunyi kasar.

Yang juga tidak boleh dilupakan adalah bahan bakar. Pakailah bahan bakar dengan nilai oktan yang sesuai. Pemakaian nilai oktan yang tidak sesuai akan menimbulkan knocking atau keterlambatan pembakaran yang akan mengakibatkan polusi udara.

Kondisi komponen-komponen yang aus atau kotor juga berpengaruh terhadap kandungan emisi gas buang. Komponen yang aus akan berakibat kerja komponen tersebut tidak maksimal. Contoh, busi yang aus akan menghasilkan bunga api yang kecil, sehingga bahan bakar tidak akan terbakar semua. Akibatnya sisa bahan bakar yang tidak terbakar terbuang ke udara luar dan jadilah polusi. Sedangkan komponen yang kotor akan menghambat aliran udara, aliran bensin, dll.

Pengaruh gaya berkendara dengan emisi gas buang juga jelas. Sebab, gaya berkendara menentukan boros tidaknya konsumsi bbm. Semakin boros konsumsi bbm berarti semakin banyak polutan yang dilepas lewat knalpot kendaraan. (awso )

Memanaskan Mesin, Bukan Sekadar Kebiasaan


Memanaskan Mesin, Bukan Sekadar Kebiasaan

Memanaskan mesin yang biasa kita lakukan sebelum mengendarai mobil memang tindakan yang sangat berguna. Karena pentingnya tindakan ini, wajar bila banyak customer yang mengajukan pertanyaan ke AstraWorld perihal manfaat dan teknis pemanasan yang sebaiknya dilakukan.

Sebetulnya, pemanasan mesin cukup dalam lima menit dan tidak perlu dengan menginjak-injak pedal gas. Untuk mengetahui bahwa kondisi mesin sudah mencapai temperatur kerja bisa juga dengan melihat indikator temperatur di panel dashboard. Biasanya ditandai dengan jarum temperatur yang menunjukkan posisi 1/3 atau 1/2.

Lakukan tindakan ini secara rutin. Diantara manfaat-manfaat pemanasan mesin adalah pembakaran bahan bakar di ruang bakar menjadi sempurna dan mesin akan bekerja optimal. Bahkan, pemanasan mesin juga membantu memperlambat keausan mesin.

Dengan pemanasan, kita memberi kesempatan pada oli untuk bergerak dari panci oli dan masuk kembali ke bagian-bagian mesin yang perlu dilumasi. Sehingga oli siap melancarkan pergesekan antarlogam saat mesin bekerja keras, ini yang membantu mencegah keausan.

Yang juga menarik adalah manfaat pemanasan dalam membuat mesin bekerja seoptimal mungkin. Optimalisasi ini terjadi karena pemanasan mengurangi terjadinya kebocoran kompresi.

Seperti kita ketahui, karena bagian-bagian pada komponen mesin pasti berada pada temperatur tinggi, ada bagian-bagian tertentu yang memang tidak dibuat presisi. Para desainer sengaja menciptakan celah. Dan celah ini secara otomatis akan berkurang (menjadi presisi) ketika komponen-komponen itu terkena suhu panas. Ini yang kemudian mengurangi terjadinya kebocoran kompresi.

Kebocoran kompresi otomatis membuat tekanan kompresi pada mesin menurun. Akibat penurunan tekanan kompresi, temperatur mesin tidak mampu membakar campuran bahan bakar dan udara dengan sempurna. Ketika campuran tersebut tidak terbakar dengan sempurna, tenaga yang dihasilkan mesin pun tidak optimal.

Pembakaran yang tidak sempurna bukan hanya mengakibatkan tenaga mesin kurang optimal. Tapi juga membuat mesin lebih boros bahan bakar. Ini sudah jelas karena dalam kondisi mesin masih dingin, supply bahan bakar harus lebih besar agar tetap terjadi pembakaran. (awso )

Lampu Rem Nyala Terus


Lampu Rem Nyala Terus, Periksa Switch Rem

Para pengguna jalan tentu akan terganggu jika lampu rem kendaraan bermasalah. Lampu rem yang tidak normal bahkan bisa memicu kecelakaan lalulintas. Selain bola lampu yang putus, masalah yang biasa terjadi pada lampu rem adalah tidak berfungsinya switch yang mengakibatkan lampu rem menyala terus.

Mengatasi kasus lampu rem yang tidak mau mati, sangatlah sederhana. Jika Anda mengalaminya, segera arahkan perhatian ke switch (saklar) rem pada ke rangkaian sistem lampu rem. Letaknya di atas tuas pedal rem. Switch rem inilah yang berfungsi memutus dan menyambungkan arus listrik dari baterai / aki ke lampu rem. Switch rem akan menyambungkan arus listrik ketika pedal rem diinjak, dan kembali memutus arus listrik ketika pedal rem dilepas.

Pada umumnya, ada dua kemungkinan yang dapat memicu ketidakberfungsian switch rem dalam memutus arus listrik ke lampu rem. Pertama, terjadi short circuit di dalam switch rem. Kedua, ada kabel-kabel atau rangkaian pada sistem rem yang terkelupas dan menempel/menyentuh massa.

Penyebab pertama biasanya dipicu oleh masalah usia switch rem. Short circuit terjadi karena komponen ini sudah aus sehingga spring (per) di dalamnya tidak fleksibel lagi. Dalam kasus rem yang menyala terus, spring selalu menghubungkan arus listrik positif dan negatif. Satu-satunya cara mengatasi masalah yang dipicu oleh penyebab seperti ini adalah mengganti switch rem dengan yang baru.

Sebelum melakukan penggantian, tidak ada salahnya Anda memeriksa kemungkinan penyebab kedua. Untuk mengatasi kemungkinan penyebab kedua, cukup dengan menyetel ulang kedudukan switch rem. Caranya:

1. Kendorkan baut switch rem
2. Putar switch rem ke arah luar sehingga mendekati pedal rem
3. Lakukan pengetesan on / off sistem rem dengan menginjak dan melepas pedal rem
4. Jika lampu rem bisa hidup dan mati, kencangkan baut switch rem kembali

(awso)

Sabtu, 06 Juni 2009

Be Tiga Tiga Empat House


Satu September 2005 ku mantapkan langkahku dari ujung pulau Sulawesi Utara di kota Manado untuk menuju pulau Jawa di kota Kembang-Bandung Jawa Barat .
Setelah aku tiba di kota bandung dan untuk sementara menginap di Hotel Horizon Bandung selama dua minggu sambil mencari tempat tinggal tetap.
Seperti biasanya sehabis pulang kerja aku selalu menyempatkan City Walk dan menikmati indahnya kota Bandung di malam hari mulai dari daerah Cibaduyut-BSM-BIP-IP-PVJ-Ciwalk-Dago Pakar sampai tempat wisata kuliner aku datangi dan kunikmati semuanya sambil mencari daerah yang cocok untuk tempat tinggalku.
Setelah seminggu di Bandung aku mendapatkan tempat yang menurut aku sangat cocok untuk melakukan investasi dan pas dengan kondisi keuanganku.
Setelah aku mengontak salah satu developer yang aku baca di koran ternyata ada tiga unit rumah yang ready stock dan belum terjual, tanpa menunggu lama aku janjian untuk bisa bertemu dan melihat dilokasinya.
Perjalanan dari hotel menuju lokasi aku tempuh kurang lebih hampir satu jam lamanya dengan taxi gemah ripah karena jalanan macet sekali padahal hanya 15 KM dari hotel.
Setelah sampai di lokasi perumahan itu aku diajak melihat rumah yang telah dijanjikan dan setelah melihat dan mempertimbangkannya, aku langsung setuju untuk membeli rumah yang berada di barisan depan dekat dengan pintu gerbang dengan spesifikasi type 45/100 M2 sebagai investasi propertyku#3 di kota Bandung.
Setelah aku menyelesaikan pembayaran rumah tersebut aku bersama istri aku menghadap ke Notaris untuk proses pembuatan sertifikat rumah tersebut. Setelah selesai semuanya aku segera mempersiapkan rumah tersebut sebagai tempat tinggalku selama aku bekerja di kota Bandung.
Aku mulai hunting ke tempat barang antik untuk mengisi barang rumah tanggaku ...mulai dari kursi antik...meja makan antik...lemari antik...tempat tidur antik...hingga hiasan antik yang terbuat dari kayu jati aku beli bahkan aku mengoleksi kerajinan kuningan sebagai hiasan di salah satu meja antikku.
Rasanya senang sekali waktu itu berhasil mewujudkan impian ku ini.....sampai tak terasa, aku sudah tinggal di kota Bandung ini selama satu tahun lamanya.
Tak lama kemudian aku merenovasi rumahku dan membuatnya menjadi full bangunan sehingga lebih safety dan nyaman.
Proses renovasi memakan waktu yang cukup lama hampir enam bulan lamanya dari bulan Maret 2007 sampai bulan Oktober 2007 karena terkendala masalah anggaran dan cuman dua orang pekerja.
Dengan keterbatasan anggaran akhirnya selesailah renovasi rumahku dan hasilnya sangat memuaskan menurut ukuranku.
Setiap aku pulang kantor aku sering berlama-lama di teras depan rumahku untuk menikmati indahnya air terjun dan kolam yang aku buat sendiri dengan ikan KOI yang sudah besar sekali ukurannya.
Sudah dua tahun lebih aku tinggal di Kota Bandung dan per tanggal 2 Januari 2008 aku mendapat tugas baru lagi di kota Balikpapan dan akhirnya aku berangkat untuk pindah ke Kota Balikpapan sebagai Destinationku#9.
Mudah-mudahan aku di Kota Balikpapan bisa enjoy dan senang........

Jumat, 29 Mei 2009

Rumah Maumbi


" Lakukan yang terbaik yang bisa kamu lakukan, dengan segenap kemampuan, dengan cara apapun, dimanapun, kapanpun, kepada siapapun, sampai kamu sudah tidak mampu lagi melakukannya ".....John Wesley


Setelah aku bekerja di Kota Makassar selama tiga setengah tahun tepatnya bulan September 2004 aku menerima tugas ditempat yang baru lagi dan berangkatlah aku untuk removal ke Kota Nyiur Melambai....Kota Manado sebagai Destinationku#7.


Setelah sampai di bandara Manado aku langsung cari makan dan di ajak makan kepala ikan yang sangat khas di manado di RM Sukur Jaya arah ke Bitung.

Di Manado sementara aku tinggal di belakang kantor di daerah Sarapung dekat dengan makanan khas Manado ....Bubur Manado "Tinutuan" dan Nasi Kuning "Saroja"nya.


Selama kurang lebih sebulan sudah adaptasi di sana aku mulai merasa enjoy bekerja disana dengan suasana kerja dan masyarakatnya sangat wellcome dan menyenangkan.

Sambil berwisata pantai yang sangat terkenal di Pulau manado Tua ada tempat yang sangat indah untuk dikunjungi , Diving di Bunaken dan Menginap di Villa Pulau Siladen ....luar biasa indahnya, aku jatuh hati dengan kota Manado...obyek wisata pantai sangat indah,biaya hidup relatif murah, orangnya mudah bergaul, kota bernuansa agamis sangat terasa disana.

Akhirnya aku memutuskan untuk melakukan investasi propertyku#2 disana dengan membeli sebuah rumah type 110/126 m2 di kawasan perumahan di Maumbi - Kalawat Manado. Setelah hampir enam bulan lamanya aku merenovasi total rumahku hingga selesai, aku baru menempati rumah itu bersama ke dua anakku dan ibu mertuaku, maklum aku membeli rumah masih dalam keadaan standar sekali. Sekarang keadaan menjadi terbalik ...dulu aku yang pulang ke rumah mengunjungi keluargaku...sekarang karena ke dua anakku ada di kota manado maka istri aku yang selalu mengunjungi rumah manado ini...hik..hik lucu juga ya.....gantian donk.....!?


Selama aku di manado aku selalu mengajak ke dua anakku untuk jalan-jalan dan berwisata keseluruh pelosok Manado mulai dari pantai bunaken, siladen, tomohon, tongpaso, danau tondanau, bukit doa kawangkoan dan tempat wisata lainnya.

Sungguh nikmat rasanya dapat membahagiakan dan menyenangkan ke dua buah hatiku itu.

Aku sangat suka dengan kehidupan di kota ini dan aku betul-betul merasa enjoy tinggal di sini.


Disaat aku sudah sangat menikmati di kota Manado ini tak terasa waktu sudah berjalan hampir dua tahun lamanya dan seperti biasanya aku mendapat tugas di tempat yang baru lagi dengan removal di Kota Kembang, Bandung sebagai Destinationku#8.

Emang sih aku sudah terlanjur kerasan di tempat ini tetapi karena tugas aku harus menjalankannya.... mudah-mudahan suatu saat aku bisa kembali lagi di kota Manado yang sangat aku cintai ini.

Rumah di Manado aku titipkan ke steven ( pegawai kantor ku ) sebagai pengelola sekaligus untuk merawat rumahku selama ini.


Please...jaga dan rawat ya steven...rumahku ini.....nanti kalo aku liburan akan ke sana with my family.




Kamis, 28 Mei 2009

Umpet-umpetan






Sudah seperti biasanya setiap persediaan roti tawar dirumah habis maka aku bergegas pergi ke toko di pojok perumahanku untuk membelinya. Disana ada sebuah minimarket yang menjual berbagai keperluan rumah tangga dan disalah satu pintu masuk samping berdiri sebuah ATM yang cukup ramai karena hanya ada satu saja. Aku sudah biasa kalau ke minimarket selalu membeli minuman kaleng, kue, roti tawar,meses, mie dan telor untuk keperluan sehari-hari dan biasanya tiga hari sekali mengunjungi minimarket itu selain ke ATM.

Pagi-pagi aku sudah prepared untuk goes to work with my motorcycle "astrea prima keluaran 91" dan sudah jadi kebiasaan di kantorku setiap pagi selalu meeting pagi untuk menyusun rencana kunjungan ke customer dan evaluasi hasil kunjungan kemaren. Setelah meeting pagi selesai aku dipanggil atasanku untuk berbicara empat mata di dalam ruangannya.
Hasil pembicaraan tersebut memang ada sangkut pautnya dengan kerja sampinganku dan atasanku meminta untuk melepaskan kerjaan ditempat yang lainnya selain di tempat kerjaanku yang sekarang dengan alasan biar lebih fokus.

Emang sih dengan empat tempat kerja sekaligus dan sudah berjalan empat tahun ini memang sangat melelahkan dan menjadi "umpet-umpetan" satu tempat kerja ke tempat kerja lainnya.
Setelah aku pertimbangkan cukup lama aku coba untuk memilih satu diantara empat kerjaan itu dan akhirnya aku putuskan untuk memilih di dunia automotive sampai sekarang.

Setelah berjalan dengan satu tempat kerjaan, diawalnya memang terasa banyak waktu yang hilang menurutku...karena biasanya banyak yang harus dilakukan tapi karena ini sudah keputusanku, maka aku harus membuatnya jadi lebih hidup dan ada dinamikanya.

Selang beberapa bulan kemudian aku mendapat tugas baru dan ditempatkan di luar daerah Malang yaitu di Kota Pasuruan yang terkenal dengan sate kupangnya.
Awal tahun 2006 aku mulai pindah tugas dari Kota Malang ke Kota Pasuruan sebagai tempat Distination ku #3.

Selama di pasuruan aku menjalankan tugas seperti biasanya hanya perlu penetrasi lapangan dan penguasaan medan. Hari-hari kujalani dengan enjoy dan sesekali aku isi dengan hiburan yang ada di daerah Pasuruan yaitu mancing ikan di laut. Setiap akhir pekan aku kembali ke kota Malang untuk beristirahat dan melepas kepenatan di kota berudara panas tersebut sekaligus pulang ke rumah sendiri.

Di Pasuruan aku tinggal disebuah rumah kost yang cukup bagus dan luas dengan fasilitas AC, semetara setiap akhir pekan selalu pulang pergi pasuruan-malang.
Di kota ini aku melanjutkan rutinitas keseharianku selama kurang lebih satu setengah tahun lamanya. Kegiatan sehari-hari mulai kerjaan rutinitas di kantor, joint call, mengunjungi customer dan teman lama sekaligus berwisata di Gunung Bromo yang cukup dekat jarak tempuhnya dari tempat kost ku kira-kira satu jam saja. Dengan mobil Kijang Grand Extra 1.8 waktu itu aku bersama teman meluncur ke Gunung Bromo untuk menikmati suasana di kawasan wisata tersebut mulai dari Penanjakan-Puncak Gunung Bromo-padang pasir-kawah dan terakhir beristirahat di Grand Bromo Cottage untuk beristirahat.

Tepat dibulan Juli 2007 aku resign dari perusahaan dan memutuskan untuk pindah ke kota Surabaya sebagai Destinationku #4.
Di Surabaya aku bekerja lagi sebagai staff karyawan di group perusahaan yang sama dengan sebelumnya hanya beda divisi, hanya saja dulu di marketing sekarang administrasi.
Hanya dua hari di training aku sudah dapat menjalankan tugasku di perusahaan tersebut dan sudah enjoy rasanya ketika pertama kali masuk perusahaan ini karena karakter perusahaan ini hampir sama dengan yang lama.
Disurabaya aku tinggal di daerah Ngagel Jaya Utara sebagai tempat tinggalku untuk sementara ini dan setiap akhir pekan selalu pulang ke Malang.

Kembali lagi aktifitasku berjalan seiring waktu berlalu dan tak terasa sudah tiga tahun di kota Surabaya ini dan tepat pada tanggal 12 Maret 2001 aku melepaskan masa lajangku dengan mempersunting seorang gadis dari kota dingin tersebut sebagai istri yang selalu mendampingiku baik dalam suka maupun dalam duka dan selama ini hidup penuh dengan kebahagiaan.

Belum sempat berbulan madu aku sudah mendapat kepercayaan dari perusahaan untuk membenahi salah satu kantor cabang di Kota Palembang Sumatera Selatan sebagai Kepala Departemen...(Destinationku #5 ). Disana aku memulai kerja dengan penuh semangat demi keluarga yang aku tinggalkan di rumah karena istriku juga bekerja di kota Malang yang tidak memungkinkan untuk ikut serta, walau jauh dimata tetap dekat di hati.......!!!

Selama di kota Palembang aku tinggal di Komplek Polygon dan aku selalu mengunjungi keluargaku sebulan sekali untuk melepas kerinduan dan saling berbagi. Kesempatan ini aku tidak sia-siakan setiap akhir pekan dan setiap ada libur panjang aku sempatkan jalan-jalan ke seluruh kota di Sumatera ini sebagai bagian dari Tour and Travelling ku. Aku sangat menyukai trip ini dan memimpikan bisa segera keliling Dunia.

Tak terasa sudah setahun lamanya aku tinggal di kota pempek Palembang ini dan begitu juga tradisiku bahwa setiap di penghujung tahun pasti ada perubahan lagi....benar......awal tahun 2002 aku dipindahkan ke cabang yang besar di Kota Makassar Sulawesi Selatan dengan jabatan yang sama...( Destinationku #6 ).

Di Makassar aku tinggal di Panakukkang Mas yang tak jauh dari tempat kantorku dan setiap bulan aku selalu pulang untuk berkumpul dengan keluarga di Malang.

Tepat tanggal 04 Pebruari 2002 istri aku melahirkan anakku yang pertama dengan nama Steff. Menyusul pada tanggal 09 Agustus 2003 lahirlah anakku laki-laki yang ke dua dengan nama Alle. Steff dan Alle its my sons yang gagah dan berani membela kebenaran.......

Kebahagiaan terpancarkan dari istri dan keluargaku atas kehadiran kedua anakku yang sangat lucu-lucu.

Aku berjanji akan selalu membahagiakan anak dan istriku selamanya.
Terima kasih atas semua pengorbanan istriku dan anak-anakku sehingga papa selalu ada di dekat mereka semua.

Thanks my darling....my sons....steve & allbert











Rabu, 27 Mei 2009

Griya Malang Satelit Ae


" Different isn't always better, but the best is always different " Berbeda tidak selalu lebih baik, tetapi yang terbaik itu sudah pasti berbeda.....John Sifonis


Setelah kujalani kehidupanku selama kurang lebih dua tahun di kota Malang bagaikan seorang raja kecil waktu itu....aku mulai kembali mencari terobosan untuk mengembangkan sayap bisnisku......Dapat!!!!!!!!!!!.

Aku mempunyai ide untuk bisa memasarkan kartu telepon pertama kali di kota Malang dan setelah aku kontak distributor nya ternyata ada di Surabaya. Setelah hunting ke kota buaya tersebut aku mendapatkan informasi yang sangat aku perlukan untuk menjadi agen.

Sementara survey pasar aku lakukan aku mengajak agen yang sudah buka duluan di daerah citandui malang untuk bekerjasama dalam penetrasi pasar tersebut. Alhasil Aku bekerjasama dengan agen yang sudah exit duluan dengan sistem pembayaran diberi TOP dua minggu. Pola pemasaranku langsung ke terminal bis, angkot, stasiun KA, Hotel,Supermarket,Mall dan semua tempat pedagan kaki lima aku hunting dan aku ajak kerjasama dengan pola Konsinyasi....busyet dech....apa nggak takut dibawa lari?!!!!!

Ternyata komitment pedagang kecilpun sangat baik dan tidak punya sifat jelek...walau hanya aku titipin satu kios rata-rata 10 kartu telepon saja tetap aman dan terbayar LUNAS.


Suatu saat aku di telpon oleh distributor nya yang mengatakan : 'kalau kamu ingin duit ini saatnya cari duit karena harga kartu telepon besok akan naik'.

Tanpa banyak komentar lagi aku langsung susun strategi untuk mengantisipasi kenaikan harga tersebut. Mula-mula aku belanja seluruh persediaan kartu telepon di luar sub agenku sampai-sampai aku pinjam uang ke beberapa teman kuliahku dengan bunga 10% sebulan untuk berjaga-jaga kalau kurang dan aku hunting ke seluruh tempat sub agenku untuk mengambil kartu yang belum laku dengan alasan mau dirolling. Proses hunting dari sore hari hingga tengah malam untuk menarik semua kartu yang sudah di titipkan yang belum laku dan akhirnya ter-kumpul-lah satu box penuh dengan kartu telepon. Aku belum tahu setelah ini bagaimana , harga naik juga tidak tahu berapa naiknya !? trus nanti menghadapi sub agen nya lagi harus ngomong apa...juga nggak kepikir. Semalaman aku tidak bisa tidur karena kepikiran ini terus....sambil menunggu esok hari tiba...aku iseng mulai menghitung jumlah kartu telepon yang berhasil aku tarik kembali dan ternyata semuanya berjumlah 711 buah kartu dengan berbagai jenis voucher mulai harga lima ribu rupiah hingga duabelas ribu rupiah dan jika ditotal semuanya senilai tujuh juta lima ratus ribu rupiah, sementara aku dapat pinjaman dari beberapa teman terkumpul dua juta lima ratus ribu rupiah dan sudah dibelanjakan semuanya.


Saat pagi sudah tiba dan seperti biasanya tiap pagi aku selalu sarapan roti plus meses dan secangkir teh manis sambil membaca koran pagi ini untuk meng-update informasi dan teknologi.

Kurang lebih limabelas menit kemudian disaat baca koran di halaman sembilan ...tiba tiba terperanjatlah aku melihat tulisan mengenai berita "harga kartu telepon naik 70%". Tiba-tiba tanpa sadar aku berjingkrak kegirangan dan melompat dari tempat duduk di teras rumah sampai sajian sarapan roti dan teh manis tumpah di lantai. Tanpa kupedulikan lagi segera aku berkemas untuk bekerja dan bersiap untuk 'perang melawan sub agen'.....nantinya he.he.he....

Malam hari selepas kegiatan rutinitasku aku mulai menyusun strategi untuk memasarkan kartu telepon lagi ke sub agenku dengan strategi tunggu kartu telepon kosong di pasaran sambil berpikir langkah selanjutnya.


Hampir seminggu aku tidak hunting ke sub agen dan setelah itu baru aku mulai penetrasi pasar lagi dengan daftar harga yang sudah baru lagi. Pertama-tama ada beberapa agen yang merasa dibohongi dengan cara seperti ini karena tidak diberitahu kalo ada kenaikan harga....setelah aku beri alasan yang masuk akal bahwa aku juga hanya karyawan yang hanya menjalankan tugasnya...tidak bisa berbuat apa-apa juga , semua sub agenku bisa memahami lagipula sub agenku juga tidak secara langsung dirugikan karena sistem konsinyasi tersebut......( dasar orang marketing omongnya pinter ...dalam hati ). Setelah sepakat aku distribusikan kembali kartu telepon tersebut ke sub agenku dan seperti biasa mereka menjual dengan pricelist yang baru. Awalnya memang agak tersendat penjualannya karena kenaikan harga itu...lambat laun dan animo pemakaian kartu telepon itu sangat penting maka terjual juga akhirnya dalam waktu satu bulan.


Akhirnya lega dech...setelah aku lakukan stock opname dan diaudit oleh KAP "Sendiri" karena aku juga ada mata kuliah auditing dengan hasil WTS "Wajar Tanpa Syarat" dan berhasil membukukan laba bersih dari hasil perputaran kartu telepon itu sebesar delapan juta lima ratus ribu rupiah. Angka fantastis, luarbiasa dan bombastis menurutku hanya dalam tempo tiga bulan aku bisa mendapatkan uang sejumlah itu. Tanpa pikir panjang keuntungan tersebut langsung aku jadikan down payment untuk pembelian sebuah rumah pertamaku di perumahan Griya Malang Satelit di jalan Danau Sentani sebagai Assets Investasi untuk masa depan.

Luapan Bahagia rasanya waktu itu bisa memiliki rumah sendiri di umur 23 tahun dan bersiap untuk menata kehidupan yang lebih baik lagi.


Sampai akhirnya empat tahun sudah aku menetap di kota Malang ini dan bersamaan itu pula selesai sudah kuliahku dan bersiap untuk Wisuda Sarjana Ekonomi Akuntansi dengan masuk" the best ten cum laude". Selesai Wisuda aku tetap menjalankan kegiatan sehari-hari sebagai seorang marketing di empat perusahaan tanpa diketahui oleh masing-masing atasanku dan sekaligus mencoba meniti karier sebagai wirausaha muda.


Terima kasih Tuhan, kedua orang tuaku, kakak dan adikku serta teman-temanku yang selama ini selalu mensupport aku untuk menjadi lebih Dewasa dan MANDIRI.

Wartel Rampal Malang











CS Lewis mengatakan:" Kalau anda hidup untuk dunia mendatang anda peroleh yang sekarang ini sebagai satu paket, akan tetapi kalau anda hanya hidup untuk dunia yang sekarang, anda kehilangan kedua-duanya "

Ter-inspirasi oleh kata tersebut aku memberanikan diri untuk mengambil suatu keputusan yang amat penting dan terberat pada waktu itu. Coba anda bayangkan...sudah dapat kerja sambil kuliah...eh malah mau merantau lagi....apa sih tujuannya...?!!!.
Itulah aku ...orangnya paling tidak suka cepat puas diri.

Keputusanku sudah bulat dan tekadku untuk mencari hidup yang lebih baik selalu membayangi hatiku, maka berangkatlah aku dari kota Semarang menuju ke kota Malang sebagai Destination#2 ku tuk mencari sesuap berlian....he.he..he....

Dengan semangat empat lima kubawa perlengkapan secukupnya...tas ransel panjang 'eiger' berisi pakaian dan buku-buku, menuju terminal Bis Semarang menuju Malang. Setelah perjalanan kurang lebih 9 Jam tibalah aku di kota sejuk berhawa sangat dingin waktu itu dan untungnya aku punya jaket tebal sehingga tubuhku tidak kedinginan terkena udara pagi dan langsung menuju salah satu rumah kakak ku yang tinggal didaerah rampal.

Keesokan harinya aku mulai merasakan perubahan cuaca yang sangat berbeda sehingga bibir ku mulai pecah-pecah karena udara sangat cold dan terus dingin bahkan kemana-mana harus pakai jaket walau di siang hari.

Setelah kurang lebih tiga hari tinggal di sini...aku mulai mendaftar kuliah di salah satu kampus di kota dingin ini dan setelah melewati test dan persyaratan lainnya aku dinyatakan diterima di kampus itu...sejak saat itu aku melewati masa-masa opspek...inagurasi...dan rutinitas kuliah sebagai mahasiswa dan mengikuti kegiatan extra lainnya.

Tak terasa sudah tiga bulan aku menjalani kuliah di sini...berkat kakak ku, aku mendapatkan pekerjaan sebagai operator Wartel di Rampal dan sejak saat itu aku mulai kuliah sambil kerja lagi. Kegiatan kuliah sambil kerja ini kujalani dengan enjoy aja...dan tanpa terasa sudah enam bulan di sini ...dan saat itu aku mulai tertarik dengan bidang marketing karena di wartel selalu bertemu dengan semua old & new customer.

Tanpa pikir panjang aku mulai 'take action' dengan mencari lowongan pekerjaan di koran dan ada beberapa yang aku tandai untuk di kirimi CV ku. Satu persatu lowongan pekerjaan yang dibutuhkan, aku datangi secara langsung face to face dengan pimpinan perusahaan tersebut.
Ibarat siapa menanam maka akan menuai....maka selang beberapa hari aku mulai dipanggil untuk ikut wawancara dan berbagai test...dan akhirnya aku diterima disalah satu perusahaan otomotive mobil terbesar di negeri ini sebagai marketing di kota Malang.

Dengan demikian aku sangat sibuk sekali harus bisa membagi waktu untuk kuliah dan kerja di dua tempat yang berbeda. Bersyukur waktu itu bisa aku atasi dengan pembagian waktu yang tepat hingga atasanku tidak mengetahui kalo kerja di dua tempat....ini demi masa depan ...pikirku!!.
Selang beberapa minggu kemudian aku dipanggil lagi untuk proses wawancara di sejumlah perusahaan, dan nyaliku mengatakan siapa takut.......aku bergegas menuju perusahaan tersebut...lagi-lagi wawancara dan ikut psikotest lagi. Tak disangka dan tak dinyana...lagi-lagi aku diterima di perusahaan tersebut sebagai marketing disebuah lembaga keuangan non perbankan didevisi Valuta Asing di Malang. Tanpa pikir panjang aku sambar aja tawaran itu yang penting bisa bagi waktu dengan lainnya pikirku dan ternyata aku bisa bagi waktu lagi...mungkin karena pekerjaan ini semua berkecimpung dalam hal yang sama yaitu marketing semua dan kerjanya di luar kantor.

Satu lagi tawaran datang dari perusahaan terkenal dibidang Farmasi sebagai Detailer pun aku ambil tanpa pikir panjang nantinya menjalaninya seperti apa....yang penting waktu itu diterima dulu pikir nanti.....aku berpikir selama masih kuat dan sanggup kenapa tidak????!!!.

Berbekal pengalaman di beberapa perusahaan yang berbeda tersebut aku mulai merasakan perbedaan yang jelas bahwa sebenarnya hatiku jatuh hati dengan bidang marketing ini. Bayangkan dengan penghasilan yang aku dapatkan dari empat perusahaan itu sudah lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupku dan membiayai kuliahku di dua tempat waktu itu, hanya bandanku terasa pegal karena hanya dapat tidur tiga jam setiap hari itupun tidur di kursi tamu di tempat kerja di wartel rampal, sampai-sampai harus beli pakaian setiap minggu karena tak sempat cuci terpaksa bawa ke laundry. Sungguh luarbiasa kejadian tersebut waktu itu dan aku semakin tertantang untuk mencari terobosan baru lagi di waktu mendatang.

Dengan penghasilan yang aku dapatkan ini aku memulai mencoba usaha sendiri sebagai usaha sampingan. Setelah aku mendapatkan Rumah kontrakkan di belakang kampusku, aku mulai mencoba dengan membuka usaha rental komputer dengan membeli empat set unit komputer bekas waktu itu masih type XT semua dan jual cold drink serta satu orang pegawai sebagai penjaga sekaligus operator. Selain itu aku memberdayakan dua dari tiga kamar lainnya aku sewa-kan ke teman kuliahku sebagai 'added value income' ku. Sampai akhirnya aku bisa meng-upgrade semua unit komputer tesebut menjadi sepuluh set unit type DX-2 versi terbaru dan tercanggih dimasa itu.

Setelah kuliah-kerja-usaha-ku mulai berjalan lancar aku sudah bisa menikmati indahnya hidup ini ( standarku sendiri ).....dari segi financial sudah aku dapatkan, setiap weekend aku selalu mengunjungi tempat wisata dan bermalam di berbagai obyek wisata di Jawa dan yang paling sering aku kunjungi untuk weekend adalah di Puncak Bromo hanya karena ingin melihat matahari terbit sambil menikmati indahnya kawah gunung bromo...it's very beautifull...!!!.

Hidup ini ternyata indah.......dan menyenangkan.....!!!!

Aku mulai meraih masa depan ku....aku ingin S U K S E S !!!

Selasa, 26 Mei 2009

Kuliah sambil kerja di pasar dargo





Aku dilahirkan dari keluarga TNI-AD yang sangat sederhana dan menurut catatan di Kartu Keluargaku aku anak ke enam dari delapan bersaudara...wow luar biasa banyak yha.... Menurut orang tuaku...ibuku sudah ikut program KB untuk mengantisipasi pepatah "banyak anak banyak rejeki" yang diinstruksikan pemerintah waktu itu ...yaitu Keluarga Banyak...he...he..he....



Any way...aku bersyukur kepada Tuhan YME dan ke dua ortuku yang telah melahirkan aku ke dunia ini...dan berharap aku bisa membahagiakan dan membuat bangga buat ortuku...Amien.


Sepanjang perjalanan hidupku dari sekolah TK Darmayu Siwi-SDN Cacaban I-SMPK Pendowo hingga SMAN Tidar kulalui di satu kota yaitu kota Magelang yang terkenal dengan oleh-oleh Gethuk Trio, Tahu Pojok & Pusat Pendidikan AKABRI.


Semenjak kecil aku bercita-cita ingin jadi seperti ayahku...The Real Soldier....gagah keliatannya kalo pakai baju doreng, berjuang membela negara...hemm...sampai detik akhir hayatnya pada tahun 2006 ayahku dipanggil Tuhan YME setelah melewati masa perawatan di RS Tidar karena Stroke dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan "Giri Darmo Loyo" Magelang



Detik-detik terakhir di SMA aku coba daftar ke AKMIL ingin menjadi seperti ayahku...dan berharap bisa ketrima dan meneruskan cita-cita ayahku yang sudah Pensiun waktu itu .

Tapi Tuhan berkehendak lain...aku tidak diterima...gagal di Panthokir Akhir...sedih..kesel..jengkel waktu itu mendengar hasilnya.....tapi aku tdk boleh sedih dan harus berjuang lagi.



Selepas SMA aku mencoba daftar UMPTN di ITB ( Tehnik Nuklir ) & UGM ( Tehnik Tambang ) dan berharap bisa ketrima di salah satu perguruan tinggi terbaik di negeri ini.

Detik terakhir...hasil pengumuman di koran suara merdeka dibolak-balik kok tidak ada nama ku...ternyata aku tidak lolos.

Waktu itu pupus sudah harapanku untuk bisa kuliah kalo tdk bisa ketrima di PTN sementara kalo kuliah di PTS biayanya mahal dan ortuku tidak sanggup.



Sejak saat itu aku mulai memutar otak dan pikiranku...aku mesti kuliah dalam hatiku..tetapi tidak akan membebani ortuku....mulailah aku merantau (1) ke kota yang sangat panas udaranya yaitu di Semarang dan aku menginap di salah satu rumah saudaraku di bedagan dan mulailah dengan kehidupan baru pertamaku selepas masa SMA dan jauh dari ke dua orangtuaku.


Di kota Semarang aku mendapat pekerjaan menjadi tenaga harian di pasar Dargo sebagai penjual berbagai macam jenis beras mulai dari beras dolog, umbuk, pandanwangi sampai rojo lele waktu itu.


Dari sinilah aku mendapat tantangan hidup untuk belajar mandiri yang tak sedikit sering kali berhadapan dengan para gali dan tukang angkut beras di pasar Dargo yang terkenal agak kasar dan arogan pada waktu itu.

Lumayan lah hasilnya...dengan gaji harian, aku mulai berpikir untuk dapat mencari alternatif untuk tetap bisa kuliah. Setelah dihitung-itung secara financial dan berpikir lebih jauh lagi, aku coba masuk ke UT untuk kuliah sambil kerja dan berharap tahun depan bisa coba lagi daftar di AKMIL .



Hari demi hari kujalani bekerja sambil kualiah, tak terasa sudah satu tahun lamanya aku di kota Semarang tuk meraih sebuah harapan....tentang masa depan!!!
Tak terasa waktu terus berlalu dan tak kusadari aku sudah mulai menikmati indahnya bekerja sambil kuliah....aku lupa akan cita-citaku waktu itu....ingin jadi AKABRI....aku terlena dengan semuanya itu..........dan tiba tiba aku putuskan untuk segera removal kembali.........