Senin, 15 Juni 2009

10 Pilihan Jalan-jalan Ke Nusa Tenggara Barat


10 Pilihan Jalan-jalan Ke Nusa Tenggara Barat

KOMPAS/AHMAD ARIF
Suasana pantai di kawasan wisata Senggigi, Batu Layar, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat.
/
Artikel Terkait:
Teluk Penyu dan Benteng Pendem Andalan Cilacap
Potensi Wisata Semarang Belum Tergarap
The Soul of Minangkabau Buka Tour de Singkarak
Juni, Kota Tua Jadi Kawasan Wisata Malam
Kalibaru Agro Resort, Rujukan Turis Mancanegara
Selasa, 5 Mei 2009 10:16 WIB
MATARAM, KOMPAS.com – Selain Bali sejumlah destinasi wisata di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) sudah lama menjadi tujuan para wisatawan, baik wisatawan nusantara maupun mancanegara. Biasanya, mereka yang mengunjungi Bali tak lupa melewatkan beberapa hari ke Nusa Tenggara Barat, terutama mengunjungi tiga gili yang berdekatan dengan Pantai Senggigi yaitu Gili Trawangan, Meno, dan Air.Tapi, tentu saja NTB tidak hanya Senggigi dan gili-gilinya. Ada sepuluh tempat menarik yang pantang dilewatkan jika Anda mengunjungi provinsi itu. Pemerintah daerah setempat berkomitmen mengembangkan 10 kawasan wisata ini. Berikut 10 kawasan yang bisa menjadi pilihan liburan Anda ke NTB.1. Mataram Metro. Kawasan ini diorientasikan sebagai kawasan wisata kuliner dan budaya.2. Senggigi beserta tiga gili (Gili Trawangan, Meno dan Air) untuk wisata bahari dan MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition) atau yang lazim disebut wisata konvensi.3. Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) untuk wisata alam dan pegunungan4. Koridor Tano, Empang, Gili Kramat, Alas Utan serta Agrotamase yang cocok untuk wisata bahari, budaya dan kuliner.5. Pulau Moyo dan kawasan Teluk Saleh untuk wisata bahari,6. Kawasan Gunung Tambora untuk wisata alam, pegunungan dan budaya7. Koridor utama Dompu-Sape juga berorientasi wisata bahari, budaya dan kuliner.8. Koridor selatan Pulau Lombok yakni Sekotong-Kuta untuk pengembangan wisata bahari, kuliner, budaya dan konvensi,9. Koridor Mataram-BIL (Bandara Internasional Lombok) yang berpotensi untuk pengembangan wisata alam dan budaya.10. Selalu Legini cocok untuk wisata alam dan pegunungan.

Mencandu Bisnis Candu


Mencandu Bisnis Candu


Peredaran candu dan pengisap candu di Nusantara tercatat sudah ada sejak abad 17. Namun pada periode pemerintahan Inggris (1811-1816) disebut-sebut sebagai embrio perdagangan candu eceran. Candu menyebar hingga ke orang miskin. Mereka mencelupkan rokok ke dalam candu, kopi dibumbui candu, serta buah pinang yang dibubuhi candu.
Jumat, 12 Juni 2009 11:49 WIB
JARINGAN pengedar narkoba begitu lihai menelusup hingga peredaran barang yang sering disebut haram itu menyentuh masyarakat di kampung-kampung. Korbannya, tak tanggung-tanggung, bocah cilik. Operasi pencekokan terhadap bocah-bocah dilakukan dengan berbagai cara. Intinya, bandar dan pengedar cuma punya satu tujuan, agar lebih banyak orang yang kecanduan. Dengan demikian bisnis pun bakal lancar, isi kocek para pengecut ini pun tak bakal kosong.Entah karena licin seperti belut, entah karena ada oknum aparat yang juga ikut dalam jaringan pengedar narkoba sehingga barang yang bikin mencandu ini tak pernah bisa diberantas tuntas.Kisah peredaran candu dan pengisap candu di Nusantara tercatat sudah ada sejak abad 17. Namun pada periode pemerintahan Inggris (1811-1816) disebut-sebut sebagai embrio perdagangan candu eceran. Dalam perjanjian yang ditandatangani Raffles dengan pihak istana di Yogyakarta dinyatakan bahwa semua gerbang tol dan pasar di seluruh wilayah kerajaan diambilalih orang Eropa dan langsung disewakan kepada orang China. Dari sinilah perdagangan candu eceran dimulai akibat kemudahan dalam mengimpor candu resmi dari Bengal.Orang-orang China cepat terkenal sebagai bandar candu dan pengecernya. Peter Carey dalam Orang Cina, Bandar Tol, Candu dan Perang Jawa mencatat dalam periode 1814-1824 pajak dari perdagangan candu di Yogya bertambah lima kali lipat dengan 372 tempat resmi penjual candu eceran. Tak didapat angka pasti jumlah pemakai candu tapi yang pasti candu menyebar hingga ke orang miskin. Mereka mencelupkan rokok ke dalam candu, kopi dibumbui candu, serta buah pinang yang dibubuhi candu.Meski demikian, sebenarnya candu di abad lalu juga digunakan sebagai obat dan juga perangsang. Dalam pengobatan Jawa, candu memegang peran cukup penting.Sementara itu dalam buku Toko Merah: Saksi Kejayaan Batavia Lama di Tepian Muara Ciliwung, Thomas B Ataladjar menyebutkan, sejak zaman VOC bisnis candu berkembang pesat dan penyelundupan candu merajalela. Gubernur Jenderal VOC Gustaaf Willem Baron van Imhoff (1743-1750) pun gerah melihat penyelundupan candu di depan matanya. Ia ingin agar perdagangan candu bisa menguntungkan VOC dan berusaha memonopoli perdagangan candu. Maka tahun 1745 dibentuklah Masyarakat Candu (Amfionsocieteit) di Batavia sebagai perusahaan swasta yang mengontrol perdagangan candu.Masyarakat Candu kemudian ditutup pada 1794. Itu akibat pada 1745 dibentuk The Hoge Regering badan pemerintah yang mengatur candu yang memberikan hak kepada Masyarakat Candu untuk mengeluarkan 300 lembar saham. Orang yang memiliki 10 saham atau lebih dapat menjadi direktur atau kepala urusan administrasi. Pemegan saham ada 40 orang dan hampir semua pegawai VOC termasuk para gubernur jenderal seperti Baron van Imhoff, Jacob Moseel, dan Petrus Albertus van der Parra. Selang beberapa waktu pemegang saham dam sahamnya kembali ke Belanda. Maka Masyarakat Candu pun tak lagi berfungsi memberikan kesejahteraan bagi Batavia. Prof HM Hembing Wijayakusuma dalam Pembantaian Massal 1740: Tragedi Berdarah Angke menulis, VOC tak hanya menindas etnis Tionghoa dan bumiputera tapi juga meracuni mereka dengan melegalkan opium. Di berbagai pelosok, dengan mudah dapat ditemukan orang tua dan muda sedang mengisap opium melalui pipa panjang. Alhasil mereka hanya bisa bermasal-malasan. Akibatnya banyak warga melakukan tindak kriminal demi kebutuhan hidup dan kebiasaan mengisap opium. WARTA KOTA Pradaningrum Mijarto

Jumat, 12 Juni 2009

Kisah Tragis Perempuan Budak

Kisah Tragis Perempuan Budak

Repro
Ini merupakan lukisan Johannes Rach yang memperlihatkan para nyonya di Batavia dan budak-budak mereka yang bertugas membawa payungKamis, 11 Juni 2009 11:46 WIB
SJAHADAN di antara boedak-boedaknja toean Van der Ploegh, ada djoega satoe orang prampoean moeda, Rossinna namanja, jang teramat tjantik dan manis parasnja, dan dalem antero Betawi, tiada ada lagi seorang prampoean jang boleh disamaken padanja. Meskipoen Rossinna asal toeroenannja orang Bali, koelinja tiada item malahan poetih koening sebagai koelit langsep. Oemoernja moeda sekali belon anem belas taoen...Ramboetnja jang item moeloes dan pandjang sampe di mata kaki, selamanja dikondei sadja dibetoelan leher...

Demikianlah cuplikan kisah yang dituturkan HFR Kommer dalam buku Rossinna, Swatu Tjerita jang Amat Bagoes dan Betoel Soedah Kedjadian di Betawi yang terbit pada 1910.

Kisah Rossinna yang diambil dari buku Toko Merah: Saksi Kejayaan Batavia Lama di Tepian Muara Ciliwung atau dalam buku Tempat-tempat Bersejarah di Jakarta disebut Roseta adalah kisah pilu budak belian. Hidup Rossinna atau Roseta berakhir di tiang gantung di depan stadhuis (balai kota) Batavia - kini Museum Sejarah Jakarta (MSJ). Sebuah kisah yang mengingatkan kita pada kasus-kasus TKI yang dianiaya di Malaysia.

Dalam cerita yang utuh yang disertakan dalam buku Tempat-tempat Bersejarah di Jakarta, Nyonya Ploegh selalu cemburu pada Roseta hingga pada suatu hari Roseta dituduh lengah menjaga sinyo Ploegh, Nyonya Ploegh pun terbakar pikirannya sehingga tanpa hati ia mencelupkan jemari Roseta ke dalam minyak lantas membakar jemari lentik itu. Dendam membara di hati orang-orang yang peduli pada Roseta akhirnya mengakhiri hidup Nyonya Ploegh yang suka menyiksa, sekaligus anak- anaknya, di ujung kelewang.

Sayangnya, Roseta yang kemudian lari dengan pria bernama Jaya di kemudian hari baru menyadari bahwa dirinya ditipu karena ternyata suaminya tak lain adalah kepala perampok yang suka membunuh. Roseta tak mampu melawan dan melarikan diri karena ia selalu dijaga. Mereka bersembunyi di rumah gedek di Ancol namun akhirnya lokasi itu tercium juga oleh pihak berwajib.

Jaya dihukum mati, demikian pula Roseta. Waktu ditagkap Roseta sedang hamil dan perempuan bekas budak belian ini menerima hukuman tiga bulan setelah melahirkan. Di hadapan khalayak ramai, Roseta dihukum gantung.

Thomas B Ataladjar menyebutkan, sejak akhir abad 17 budak sudah dijadikan barang inventaris pemiliknya. Tugas mereka bermacam-macam, ada yang memasak, mencuci pakaian, menjahit, menenun, membawa payung, tempat sirih dan tempolong ludah, atau main musik. Oleh tuannya, para budak dapat dijual kepada orang lain dan bila tak lagi diperlukan mereka dijual ke pelelangan umum.

Kisah lelang budak terjadi di gedung Toko Merah saat bangunan ini dimiliki janda Gubernur Jenderal Reiner de Klerk, Sophia Francina Westpalm. Kala perempuan ini meninggal maka seluruh warisan termasuk 181 budak dilelang. Itu terjadi pada 28 Januari 1786. Kisah pelelangan tertulis demikian, ''...Di depan rumah yang besar di tepi Kali Besar. Sakit rasanya menyaksikan para budak dilelang...Mereka berdiri di atas tangga, ngantri menunggu panggilan dan nasib. Petugas lelang memanggil satu per satu lengkap dengan nama dan tugas masing-masing. Josephine, pemain klarinet; Ariantje van Batavia, pembuat renda...Begitulah nasib para budak, inventaris janda kaya Sophia Francina Westpalm dilelang...Mereka pergi meninggalkan bangunan tempatnya mengabdi, pergi terpencar mengikuti majikan baru. Mereka tetap budak belian."

Sebuah kisah pilu budak yang hingga kini pun masih terjadi.


WARTA KOTA Pradaningrum Mijarto

Kamis, 11 Juni 2009

Berkendara Darurat dengan Fan Belt Sekarat

Berkendara Darurat dengan Fan Belt Sekarat

Satu dari sekian banyak masalah saat berkendara yang lumayan sering muncul adalah fan belt alternator putus tiba-tiba. Efeknya dapat sangat merepotkan. Karena terkait dengan kerja alternator (sistem pengisian listrik / accu) dampak putusnya komponen ini dapat mengakibatkan mogok. Karena itu, jika terdengar bunyi aneh di ruang mesin, atau lampu indikator accu menyala segera lakukan pemeriksaan.

Jika komponen yang terletak di ruang mesin ini sudah kedapatan putus, satu-satunya jalan adalah mengganti fan belt dengan yang baru. Mobil yang putus fan belt-nya tetap dapat dijalankan secara darurat, dengan catatan: lokasi yang ditempuh tidak terlalu jauh dan tetap berkendara sambil memantau temperatur mesin. Jika indikator temperatur mesin sudah melebihi standar, hentikan kendaraan sejenak, lanjutkan lagi jika mesin sudah mendingin. Selain mengontrol temperatur, mobil bisa tetap dijalankan dengan mematikan semua accesoris yang bisa menyedot energi listrik (AC, tape, lampu besar, dll). awso

Langkah-langkah tersebut perlu dilakukan mengingat fungsi vital fan belt alternator terhadap temperatur mesin maupun listrik. Secara teknis fungsinya adalah untuk meneruskan tenaga dari poros engkol ke dinamo amper, kipas pendingin dan pompa air. Dinamo amper harus digerakkan karena ia bertugas menghasilkan setrum (listrik). Energi yang dihasilkan ini akan digunakan untuk mengisi accu dan kelistrikan lainnya. Itu sebabnya, bila fan belt alternator putus, lama kelamaan sistem kelistrikan / accu mobil bisa tekor. Implikasinya adalah mobil mogok.

Sementara, kipas pendingin berguna untuk mempercepat aliran udara dari depan kendaraan yang akan melalui radiator (pendingin air). Sedangkan pompa air, berguna untuk mensirkulasikan air pendingin pada sistem pendingin. Hasil kerja kedua komponen ini akan membuat panas mesin selalu terkendali.

Di samping fan belt alternator, kendaraan umumnya terdiri dari beberapa fan belt. Diantaranya adalah fan belt untuk menggerakkan water pump (pompa air), kompresor AC dan pompa power steering. Pada mesin diesel malah ada fan belt untuk menggerakkan pompa vakum (untuk menghasilkan kevakuman). Pada beberapa tipe mobil, satu fan belt langsung menggerakkan ketiga komponen tadi.

Semua sama penting dan vital. Bila mengalami kerusakan dan tidak segera diatasi, bisa mengakibatkan kerusakan yang lebih parah. Untuk itu, kami sarankan beberapa tips untuk merawat fan belt supaya tidak putus tiba-tiba.

1. Lakukan pemeriksaan fan belt. Periksa fan belt dari kemungkinan aus, getas, dan kurang lentur. Biasanya setiap servis berkala (tune up) atau setiap 5.000 km, bengkel juga akan memeriksa komponen ini. Ganti fan belt apabila kondisinya sudah tidak baik (tipis, retak-retak dan tidak lentur).

2. Setel ketegangan fan belt apabila sudah kendor. Fan belt yang kendor bisa menyebabkan penerusan putaran tidak maksimal (terjadi slip). Bila slip, otomatis semua komponen yang digerakkan tidak akan bekerja maksimal.

3. Hindari pemakaian pelumas (grease) yang berlebihan. Biasanya, bila kerja fan belt terasa berisik, pengendara mengatasinya dengan mengolesi fan belt dengan grease. Tapi jangan terlalu banyak karena bisa mengakibatkan fan belt slip. Slip yang berlebihan akan menimbulkan panas.

Jangan Paksa Melaju Jika Rem Sedikit Terganggu

Jangan Paksa Melaju Jika Rem Sedikit Terganggu

Sistem rem memegang peranan yang sangat penting dalam membantu pengendara mengendalikan laju kendaraan. Karena itu, komponen-komponen pada sistem rem juga perlu kita rawat. Ada dua perawatan rutin untuk bagian ini. Pertama, periksa komponen rem baik kanvas, piringan, seal caliper maupun selang-selang minimal setiap kelipatan 10.000 km. Kedua, kuras minyak rem setiap kelipatan 20.000 km (1 tahun).

Pemeriksaan ini teramat penting, apalagi pada kendaraan yang sistem pengeremannya menggunakan cakram, bukan tromol. Bukan apa-apa, konstruksi rem cakram agak berbeda dibandingkan dengan tromol. Rem cakram didisain tanpa penutup sehingga jauh lebih mudah dihinggapi debu atau kotoran dari jalan. Kondisi ini memang disengaja agar cakram mudah mengalami proses pendinginan saat bekerja. Kelemahannya, yaitu tadi: disain yang terbuka ini memperbesar kemungkinan kotoran masuk sehingga memicu kemacetan pada roda-roda saat mobil dikendarai. Apabila kemacetan terjadi pada roda-roda depan, pengendara akan merasa setir tidak stabil alias cenderung “lari” ke kiri atau ke kanan.

Karena mirip sekali dengan gejala ban yang perlu di-spooring dan balancing, para pengendara seringkali terkecoh dan memaksa mobil terus melaju sambil berencana akan membawa mobil ke bengkel untuk menyetel keseimbangan dan keselarasan roda-roda. Sebaiknya, berhenti dulu dan lakukan pemeriksaan sederhana.

Kami sarankan Anda menepi di tempat yang aman bila menemukan gejala seperti kasus di atas. Lalu, periksa kondisi rem depan dengan mendongkrak ban. Pemeriksaan dapat dilakukan dengan memperhatikan putaran roda. Jika putaran roda tampak tersendat (tidak lancar), sumber masalah bukan pada spooring dan balancing, melainkan karena rem terganggu kotoran dan debu. Bersihkan kanvas rem dari debu atau kotoran yang menempel.

Memang, ada kemungkinan gangguan ini dapat diatasi dengan terus memaksakan mobil melaju. Tetapi, jika kotoran, debu atau mungkin kerikil yang menempel pada cakram relatif keras maka efek pemaksaan justru dapat membuat kondisi cakram rusak. Yang paling sering adalah cakram tergores. Yang lebih fatal lagi, mungkin saja terjadi cakram melengkung karena panas akibat gesekan yang dipaksakan. Nah, lebih mengerikan bukan? awso

Cegah Radiator Bocor dengan Perawatan Berkala

Cegah Radiator Bocor dengan Perawatan Berkala

Ada beberapa hal yang paling sering memicu kebocoran pada radiator. Yaitu: korosi (karat), benturan (baik karena tabrakan maupun karena terkena kibasan kipas radiator). Khusus untuk bahan fiber, penyebab lainnya adalah panas dan tekanan air radiator. Akibat penyebab-penyebab ini, mungkin saja terbentuk rongga atau celah di plat-plat (fiber) radiator tempat air merembes keluar.

Karena radiator bocor, air pada sistem pendingin makin lama makin berkurang. Selanjutnya, sistem pendingin tidak dapat bekerja dengan baik sehingga temperatur mesin pun tidak terkontrol dan terjadilah overheating ketika mesin terus dipaksa bekerja tanpa pendinginan.

Kita tentu sudah hapal bila mesin mengalami overheating. Karena panas yang melebihi toleransi, mesin mungkin berbunyi tidak normal, kurang bertenaga, boros bahan bakar, bahkan mogok saat dikendarai di tengah jalan. Sayang sekali, kan?

Sebelum mengalami masalah-masalah seperti itu, antisipasilah terjadinya kebocoran pada radiator. Pencegahan dapat dilakukan dengan merawat sistem pendingin. Untuk ini, ada beberapa tips yang kami sarankan:

1. Lakukan pemeriksaan air radiator secara rutin pada tangki cadangan. Jika permukaan air di tangki cadangan berada di bawah garis MIN, segera tambahkan. Jika sudah tampak kotor dan tampak keruh, kuras dan ganti dengan air radiator yang baru.

2. Gunakan cairan khusus radiator saat mengisi radiator (coolant). Selain membantu proses pendinginan, di dalam cairan tersebut juga terdapat zat yang dapat mengurangi korosi pada radiator dan mesin. Korosi dan kotoran pada air pendingin sangat tidak baik karena dapat mengganggu proses pendinginan. Kami sarankan untuk menggunakan air coolant yang berjenis ethlylene glycol berkualitas tinggi.

3. Bersihkan kisi-kisi radiator dengan menyemprotkan air pada sirip radiator.

4. Periksa kemungkinan terjadi kebocoran baik pada selang-selang maupun radiator. Kebocoran selang dapat dipantau secara manual dengan melihat ada tidaknya tetesan air. Tapi, untuk mengecek kebocoran pada radiator harus menggunakan alat khusus (sst atau special service tools). Radiator mobil Anda akan diperiksa dengan alat ini jika datang ke bengkel-bengkel jaringan Astra International.

5. Kondisi radiator dan kinerja sistem pendingin Anda akan lebih terjaga jika rutin melakukan servis berkala. Jangan lupa membawa mobil Anda ke bengkel-bengkel jaringan Astra. Saat servis berkala mulai dari 1.000, kemudian tiap kelipatan 10.000 km, salah satu bagian yang akan diperiksa adalah kondisi sistem pendingin. awso

Rabu, 10 Juni 2009

The Haven "Somewhere but Nowhere"




The Haven
"Somewhere but Nowhere"

Indonesia Design
Dek-dek kayu yang menghubungkan kolam renang di taman seolah pematang-pematang yang ada di sawah
/
Artikel Terkait:
Pesona Geometris Rumah Putih
Rumah Resort di Bandung Barat
Cubic House, Alternatif di Pusat Kota
Our Mom's House
Konsep Hunian Tropis nan Mewah di Tepi Pantai

Selasa, 2 Juni 2009 18:55 WIB
Lush green paddy field inspires the concept of The Haven, a compound consisting of an apartment, villas, and hotel. Inside the compound, modern-tropical architecture merges seamlessly with the warm Balinese atmosphere.
Memasuki gerbang apartemen The Haven, keriuhan utara Kuta, Bali, perlahan menghilang, suasana berganti tenang. Usai melewati deretan anak tangga di pintu masuk, lobby dengan pemandangan ke taman dan kolam renang, menyambut. Nyaman dan menyenangkan, seperti saat menginjakkan kaki di halaman rumah. Meski masih di Seminyak, berdiam di lingkungan The Haven, seolah berada entah dimana.
Sebagai salah satu condominium hotel yang baru selesai dibangun, The Haven sengaja didesain dengan konsep yang berbeda. “Ini memang Seminyak, pusat keramaian dan hiburan. Tetapi saya ingin suasananya seperti di tengah sawah, ada gubug, air yang mengalir dan pematang-pematangnya,” ujar Budi Tirtawisata, pengusaha, pengembang The Haven.
Bagi Karl W. Princic, arsitek lansekap The Haven, ide sawah yang dikemukakan pihak developer, memberikan banyak inspirasi saat ia dan arsitek Antony Liu merencanakan desain bangunan dan lansekap The Haven. “How can we keep the feeling of sawah,“ ujar Karl Princic menirukan ucapan Budi Tirtawisata.
Nuansa sawah harus tetap ada pada bangunan yang akan didirikan. Seperti terlihat pada denah, lokasi The Haven terletak memanjang di dua sisi jalan. Yaitu jalan Raya Seminyak dan sebuah gang kecil di jalan Arjuna. Bentuknya yang memanjang menjadikan lahan dapat dibagi menjadi tiga fungsi yaitu apartemen, villa dan hotel.
Maka selain pohon kelapa dan kamboja, kita melihat banyak airis, tumbuhan yang daunnya mirip padi, ditanam hampir di seluruh area kompleks peristirahatan. Airis juga tumbuh subur di beberapa bagian atap villa yang sengaja didesain mendatar, membentuk bentangan persis seperti kotak-kotak sawah yang menghijau.
Lansekap The Haven memang didasarkan pada konsep different stages of sawah. Awalnya, sawah masih berupa lahan kosong yang digenani air. Kemudian sawah ditanami padi yang tumbuh dan tetap memerlukan pengairan.
Maka dimulai dari bagian hotel, eksterior bangunan berlantai empat dengan 96 kamar ini, menggambarkan tahap awal proses. “Sawah dengan genangan air itu seperti reflecting pond,” ujar Karl Princic. Itulah sebabnya terlihat banyak kolam di sekitar lobby. Tepat di bawah restoran juga terdapat air terjun besar berbentuk tangga. Selanjutnya, hamparan hijau airis yang menutupi sebagian atap villa-villa The Haven, melukiskan sawah dengan tanaman padi. Pada tujuh unit villa yang semuanya dilengkapi kolam renang pribadi ini, suasana desa sangat terasa. Bangunan villa didesain seperti layaknya sebuah kampung di Bali dengan atap ilalang dan gang-gang kecilnya.
Sementara apartemen The Haven terdiri dari 2 blok yang saling berhadapan. Lansekap di antara kedua bangunan tinggi itu, juga didesain berdasarkan ide sawah. Itu tergambar pada kumpulan airis di sepanjang pinggiran taman apartemen serta dek-dek kayu yang menghubungkan kolam-kolam renang yang ada di taman. Dek-dek itu, seolah pematang-pematang yang ada di sawah.
Di sini, kolam-kolam renang sengaja diletakkan zig zag mengikuti bentuk lahan keseluruhan kompleks yang memang tidak beraturan. Peletakan seperti itu dimaksudkan supaya diperoleh desain yang lebih dinamis. Tidak monoton apalagi membosankan.
Konsep sawah sendiri, menyebabkan tak banyak aksen pohon di area ini. Selain beberapa kamboja, hanya ada pohon tabebuya, suar atau trembesi dan cempaka yang ditanam di situ. Bila kamboja-kamboja yang telah tua ditanam untuk memperkuat karakter dan nuansa Bali yang ingin dimunculkan, tidak demikian dengan pohon-pohon lainnya.
Menurut Karl Princic, keleluasaan pribadi para tamu adalah alasan lain mengapa pohon-pohon besar seperti tabebuya dan trembesi diletakkan di beberapa titik tertentu dari apartemen dan hotel. “Selain sebagai penghijauan, kami membutuhkan pohon-pohon besar itu untuk menjaga privasi tamu,” jelasnya.
Pohon tabebuya ditanam di depan lobby apartemen yang menghadap kolam renang, untuk melindungi para tamu yang sedang berenang. Lalu pohon trembesi dan cempaka ditanam di sudut-sudut perbatasan apartemen dan villa untuk membatasi pandangan tamu apartemen atau hotel ke arah villa.
Hal senada juga diungkap arsitek Antony Liu. Menurutnya, sejak awal, bukan hanya desain dan konsep saja yang disiapkan secara matang oleh para konsultan yang terlibat di dalam proyek The Haven. Soal privasi tamu, terutama tamu apartemen dan villa, pun tak luput dari perhatian.
Lalu sebagai bangunan publik, hotel terbuka bagi siapapun yang datang untuk menginap atau hanya untuk sekedar menggunakan fasilitas restoran atau gym yang ada. Sebaliknya, apartemen meski merupakan bangunan dengan banyak unit seperti hotel, bersifat pribadi. Hanya penghuni apartemen saja yang bisa masuk ke dalam unit atau menggunakan fasilitas-fasilitasnya.
Berdasarkan perbedaan itu, hotel diletakkan di sisi jalan yang ramai, menghadap ke Jalan Raya Seminyak, sementara bangunan apartemen ditempatkan pada jalan kecil yang relatif sepi. Dengan demikian, privasi penghuni apartemen terjaga. Meskipun demikian, dibandingkan dengan apartemen apalagi hotel, villa bersifat lebih tertutup lagi. Mereka yang menginap di villa biasanya menginginkan keleluasaan pribadi yang sangat tinggi. Itulah sebabnya mengapa villa The Haven diletakkan di antara bangunan hotel dan apartemennya.
The Haven memang mengutamakan keleluasaan dan kenyamanan tamu-tamunya. Fasad apartemen yang idenya diperoleh dari motif kotak-kotak kain yang disarungkan pada patung-patung di Bali misalnya, sebenarnya juga didesain untuk menambah privasi penghuni apartemen.
Menariknya, balkon di tiap unit apartemen didesain luas, bahkan untuk meletakkan kasur berukuran cukup besar. Dari situ, tamu apartemen bisa menikmati pemandangan taman dan kolam renang, tak ubahnya seperti sedang duduk di balai bengong pada rumah tinggal. Sementara interior kamar didesain dengan warna lembut dari kayu white oak dengan finishing touch yang didominasi warna putih dan dipadukan dengan warna-warna modern seperti abu-abu tua.
Interior kamar villa pun ditata senatural mungkin dengan warna-warna lembut dan cozy. Di sini, warna kayu bangkirai yang memberikan kesan yang ringan dipadukan dengan warna muda, kayu white oak. Sementara kehadiran lantai teraso Bali, gorden berbahan linen dengan warna broken white menjadikan suasana kamar lebih fresh.
Seperti apartemen, semua ruang di dalam villa juga mendapatkan view yang langsung ke kolam renang atau dek. Bahkan semua kamar mandi villa dikelilingi oleh taman. Rancangan yang sangat detail dan teliti ini dimaksudkan agar konsumen mendapatkan pengalaman yang berbeda saat menginap di hotel, apartemen atau villa di The Haven. Seperti kata developernya, The Haven memang disiapkan dengan konsep “somewhere but nowhere”.
Mengenai konsep dan pemikiran arsitek Antony Liu dan rekannya, Ferry Ridwan ketika mendesain bangunan ini bisa dilihat di majlah Indonesia Design edisi 32 ‘Hot Estates in Bali’ yang menampilkan 6 properti terbaru yang berlokasi di Pulau Dewata tersebut.