Jumat, 07 Agustus 2009

Tiga Jurus Bangun Rumah Murah


Tiga Jurus Bangun Rumah Murah

shutterstock
ilustrasi
/
Artikel Terkait:
Ingin Rumah Indah, Biaya Murah?
Kebijakan Rumah Tipe 21 dan 36 Ditinjau Ulang
Tak Ada Listrik, Pembangunan Rumah Sederhana Terhambat
Perumahan Rakyat Tak Lekang oleh Krisis
Pengembang Diminta Bangun Rumah Sederhana
Jumat, 7 Agustus 2009 11:14 WIB
KOMPAS.com - Di tengah kondisi ekonomi yang belum stabil seperti sekarang ini, membangun rumah ideal dengan biaya murah tampaknya sebuah impian. Tetapi di mata arsitek sekaligu penulis buku “Mimpi Rumah Indah”, Yu Sing, membangun rumah berbiaya minim bukanlah sesuatu yang mustahil.
Untuk mewujudkan sebuah rumah murah, Yu Sing memberi sejumlah panduan penting yang merupakan hasil pengalamannya dalam mendesain beberapa rumah murah, baik yang sudah terbangun,yang sedang dibangun, maupun yang masih dalam proses desain. "Tentunya pengalaman mendesain rumah murah ini tidak dapat menjadi acuan akhir, tapi sebagai pemberi dorongan semangat bagi mereka yang ingin membangun rumah dengan biaya terbatas," ungkapnya. Setidaknya ada tiga hal penting menurut Yu Sing yang harus dipenuhi untuk mewujudkan rumah murah yakni penggunaan tenaga arsitek, perencanaan struktur rumah dan penggunaan material yang tepat.
Untuk hal pertama, Yu Sing mengakui masih banyak masyarakat yang terjebak pada anggapan keliru soal arsitek. Masyarakat menilai jasa arsitek itu selalu mahal sehingga pembangunan dirasa murah tanpa arsitek.
"Padahal itu tidaklah benar, memang arsitek masih terkesan eksklusif, tetapi ada juga yang tidak menetapkan tarif mahal," ujar Yu Sing.
Ia menegaskan, tidak semua arsitek menetapkan tarif yang tinggi. Tak sedikit arsitek yang siap memberikan jasanya dengan tarif yang sesuai dengan kantong.
Dengan menggunakan jasa arsitek, lanjut Yu Sing, masayarakat dapat menghemat biaya karena arsitek bisa membantu dalam membuat struktur, ruangan, dan pemilihan material yang efisien dan efektif. Menggunakan jasa arsitek juga membantu Anda dalam membuat desain rumah yang baik.
"Rumah yang didesain dengan baik, dapat mempengaruhi hidup seseorang menjadi lebih positif dan berkualitas. Begitu juga dalam konteks sebaliknya. Kalau ruang-ruang hidup sehari-hari sumpek, sikap hidup juga dapat terpengaruh menjadi sumpek," ujar Yu Sing.
Hal kedua yang harus dipenuhi adalah perencanaan struktur. Agak berbeda dengan desain rumah beranggaran dana longgar, desain rumah murah justru dimulai dengan desain sistem strukturnya terlebih dahulu, bukan dimulai dari desain arsitekturnya.
"Sistem struktur yang efisien sangat menentukan anggaran konstruksi rumah, karena biasanya biaya struktur rumah sekitar 40-50 persen dari biaya keselururuhan," ungkap Yu Sing.
Salah contohnya adalah merencanakan struktur atap. Untuk bagian ini, penggunaan atap fiber semen (tanpa kandungan asbestos) misalnya akan jauh lebih murah bila dibandingkan dengan atap genteng, karena tidak diperlukan kaso dan reng.
Selain itu, kalau lebar rumah tidak lebih dari 400 cm, maka tidak diperlukan struktur kuda-kuda. Jarak antara lantai satu dengan dua sebenarnya cukup 250 cm jika memiliki bukaan dan ventilasi cukup untuk ukuran ruangnya. Hal ini bisa menghemat biaya dinding, struktur kolom, dan tangga.
Struktur lantai dua juga dapat menggunakan struktur rangka multipleks yang dapat dilapisi cor semen tipis dengan pelapis keramik. Struktur lantai ini akan lebih ringan dibandingkan lantai beton sehingga kolom dan balok penyangganya bisa jauh lebih kecil.
Poin terakhir yang tak kalah penting dalam menekan biaya pembangunan rumah adalah penggunaan material atau bahan bangunan dengan harga relatif murah. Cukup banyak material mendasar atau murah yang dapat dieksplorasi pemakaiannya atau cara pemasangannya untuk membentuk sensasi ruang yang menarik. Misalnya bata merah saja dapat memiliki banyak sekali kemungkinan cara penyusunannya. Dapat dipasang seperti biasa, atau diberi jarak antara bata merahnya sehingga dindingnya berlubang-lubang, atau bata dipasang dengan variasi susunan satu bata dan setengah bata, dan lain-lain.Contoh lain material murah adalah bambu. Biasanya bambu dipandang sebagai bahan sekunder, tapi saat ini sedang menjadi material yang digemari karena kekuatan seratnya yang dapat menggantikan baja tulangan. Dengan sistem pengawetan yang baik, bambu dapat menjadi material primer rumah yang mampu bertahan puluhan rumah. Selain itu, juga bisa memanfaatkan material bekas atau daur ulang seperti kusen atau daun pintu.

Senin, 15 Juni 2009

10 Pilihan Jalan-jalan Ke Nusa Tenggara Barat


10 Pilihan Jalan-jalan Ke Nusa Tenggara Barat

KOMPAS/AHMAD ARIF
Suasana pantai di kawasan wisata Senggigi, Batu Layar, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat.
/
Artikel Terkait:
Teluk Penyu dan Benteng Pendem Andalan Cilacap
Potensi Wisata Semarang Belum Tergarap
The Soul of Minangkabau Buka Tour de Singkarak
Juni, Kota Tua Jadi Kawasan Wisata Malam
Kalibaru Agro Resort, Rujukan Turis Mancanegara
Selasa, 5 Mei 2009 10:16 WIB
MATARAM, KOMPAS.com – Selain Bali sejumlah destinasi wisata di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) sudah lama menjadi tujuan para wisatawan, baik wisatawan nusantara maupun mancanegara. Biasanya, mereka yang mengunjungi Bali tak lupa melewatkan beberapa hari ke Nusa Tenggara Barat, terutama mengunjungi tiga gili yang berdekatan dengan Pantai Senggigi yaitu Gili Trawangan, Meno, dan Air.Tapi, tentu saja NTB tidak hanya Senggigi dan gili-gilinya. Ada sepuluh tempat menarik yang pantang dilewatkan jika Anda mengunjungi provinsi itu. Pemerintah daerah setempat berkomitmen mengembangkan 10 kawasan wisata ini. Berikut 10 kawasan yang bisa menjadi pilihan liburan Anda ke NTB.1. Mataram Metro. Kawasan ini diorientasikan sebagai kawasan wisata kuliner dan budaya.2. Senggigi beserta tiga gili (Gili Trawangan, Meno dan Air) untuk wisata bahari dan MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition) atau yang lazim disebut wisata konvensi.3. Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) untuk wisata alam dan pegunungan4. Koridor Tano, Empang, Gili Kramat, Alas Utan serta Agrotamase yang cocok untuk wisata bahari, budaya dan kuliner.5. Pulau Moyo dan kawasan Teluk Saleh untuk wisata bahari,6. Kawasan Gunung Tambora untuk wisata alam, pegunungan dan budaya7. Koridor utama Dompu-Sape juga berorientasi wisata bahari, budaya dan kuliner.8. Koridor selatan Pulau Lombok yakni Sekotong-Kuta untuk pengembangan wisata bahari, kuliner, budaya dan konvensi,9. Koridor Mataram-BIL (Bandara Internasional Lombok) yang berpotensi untuk pengembangan wisata alam dan budaya.10. Selalu Legini cocok untuk wisata alam dan pegunungan.

Mencandu Bisnis Candu


Mencandu Bisnis Candu


Peredaran candu dan pengisap candu di Nusantara tercatat sudah ada sejak abad 17. Namun pada periode pemerintahan Inggris (1811-1816) disebut-sebut sebagai embrio perdagangan candu eceran. Candu menyebar hingga ke orang miskin. Mereka mencelupkan rokok ke dalam candu, kopi dibumbui candu, serta buah pinang yang dibubuhi candu.
Jumat, 12 Juni 2009 11:49 WIB
JARINGAN pengedar narkoba begitu lihai menelusup hingga peredaran barang yang sering disebut haram itu menyentuh masyarakat di kampung-kampung. Korbannya, tak tanggung-tanggung, bocah cilik. Operasi pencekokan terhadap bocah-bocah dilakukan dengan berbagai cara. Intinya, bandar dan pengedar cuma punya satu tujuan, agar lebih banyak orang yang kecanduan. Dengan demikian bisnis pun bakal lancar, isi kocek para pengecut ini pun tak bakal kosong.Entah karena licin seperti belut, entah karena ada oknum aparat yang juga ikut dalam jaringan pengedar narkoba sehingga barang yang bikin mencandu ini tak pernah bisa diberantas tuntas.Kisah peredaran candu dan pengisap candu di Nusantara tercatat sudah ada sejak abad 17. Namun pada periode pemerintahan Inggris (1811-1816) disebut-sebut sebagai embrio perdagangan candu eceran. Dalam perjanjian yang ditandatangani Raffles dengan pihak istana di Yogyakarta dinyatakan bahwa semua gerbang tol dan pasar di seluruh wilayah kerajaan diambilalih orang Eropa dan langsung disewakan kepada orang China. Dari sinilah perdagangan candu eceran dimulai akibat kemudahan dalam mengimpor candu resmi dari Bengal.Orang-orang China cepat terkenal sebagai bandar candu dan pengecernya. Peter Carey dalam Orang Cina, Bandar Tol, Candu dan Perang Jawa mencatat dalam periode 1814-1824 pajak dari perdagangan candu di Yogya bertambah lima kali lipat dengan 372 tempat resmi penjual candu eceran. Tak didapat angka pasti jumlah pemakai candu tapi yang pasti candu menyebar hingga ke orang miskin. Mereka mencelupkan rokok ke dalam candu, kopi dibumbui candu, serta buah pinang yang dibubuhi candu.Meski demikian, sebenarnya candu di abad lalu juga digunakan sebagai obat dan juga perangsang. Dalam pengobatan Jawa, candu memegang peran cukup penting.Sementara itu dalam buku Toko Merah: Saksi Kejayaan Batavia Lama di Tepian Muara Ciliwung, Thomas B Ataladjar menyebutkan, sejak zaman VOC bisnis candu berkembang pesat dan penyelundupan candu merajalela. Gubernur Jenderal VOC Gustaaf Willem Baron van Imhoff (1743-1750) pun gerah melihat penyelundupan candu di depan matanya. Ia ingin agar perdagangan candu bisa menguntungkan VOC dan berusaha memonopoli perdagangan candu. Maka tahun 1745 dibentuklah Masyarakat Candu (Amfionsocieteit) di Batavia sebagai perusahaan swasta yang mengontrol perdagangan candu.Masyarakat Candu kemudian ditutup pada 1794. Itu akibat pada 1745 dibentuk The Hoge Regering badan pemerintah yang mengatur candu yang memberikan hak kepada Masyarakat Candu untuk mengeluarkan 300 lembar saham. Orang yang memiliki 10 saham atau lebih dapat menjadi direktur atau kepala urusan administrasi. Pemegan saham ada 40 orang dan hampir semua pegawai VOC termasuk para gubernur jenderal seperti Baron van Imhoff, Jacob Moseel, dan Petrus Albertus van der Parra. Selang beberapa waktu pemegang saham dam sahamnya kembali ke Belanda. Maka Masyarakat Candu pun tak lagi berfungsi memberikan kesejahteraan bagi Batavia. Prof HM Hembing Wijayakusuma dalam Pembantaian Massal 1740: Tragedi Berdarah Angke menulis, VOC tak hanya menindas etnis Tionghoa dan bumiputera tapi juga meracuni mereka dengan melegalkan opium. Di berbagai pelosok, dengan mudah dapat ditemukan orang tua dan muda sedang mengisap opium melalui pipa panjang. Alhasil mereka hanya bisa bermasal-malasan. Akibatnya banyak warga melakukan tindak kriminal demi kebutuhan hidup dan kebiasaan mengisap opium. WARTA KOTA Pradaningrum Mijarto

Jumat, 12 Juni 2009

Kisah Tragis Perempuan Budak

Kisah Tragis Perempuan Budak

Repro
Ini merupakan lukisan Johannes Rach yang memperlihatkan para nyonya di Batavia dan budak-budak mereka yang bertugas membawa payungKamis, 11 Juni 2009 11:46 WIB
SJAHADAN di antara boedak-boedaknja toean Van der Ploegh, ada djoega satoe orang prampoean moeda, Rossinna namanja, jang teramat tjantik dan manis parasnja, dan dalem antero Betawi, tiada ada lagi seorang prampoean jang boleh disamaken padanja. Meskipoen Rossinna asal toeroenannja orang Bali, koelinja tiada item malahan poetih koening sebagai koelit langsep. Oemoernja moeda sekali belon anem belas taoen...Ramboetnja jang item moeloes dan pandjang sampe di mata kaki, selamanja dikondei sadja dibetoelan leher...

Demikianlah cuplikan kisah yang dituturkan HFR Kommer dalam buku Rossinna, Swatu Tjerita jang Amat Bagoes dan Betoel Soedah Kedjadian di Betawi yang terbit pada 1910.

Kisah Rossinna yang diambil dari buku Toko Merah: Saksi Kejayaan Batavia Lama di Tepian Muara Ciliwung atau dalam buku Tempat-tempat Bersejarah di Jakarta disebut Roseta adalah kisah pilu budak belian. Hidup Rossinna atau Roseta berakhir di tiang gantung di depan stadhuis (balai kota) Batavia - kini Museum Sejarah Jakarta (MSJ). Sebuah kisah yang mengingatkan kita pada kasus-kasus TKI yang dianiaya di Malaysia.

Dalam cerita yang utuh yang disertakan dalam buku Tempat-tempat Bersejarah di Jakarta, Nyonya Ploegh selalu cemburu pada Roseta hingga pada suatu hari Roseta dituduh lengah menjaga sinyo Ploegh, Nyonya Ploegh pun terbakar pikirannya sehingga tanpa hati ia mencelupkan jemari Roseta ke dalam minyak lantas membakar jemari lentik itu. Dendam membara di hati orang-orang yang peduli pada Roseta akhirnya mengakhiri hidup Nyonya Ploegh yang suka menyiksa, sekaligus anak- anaknya, di ujung kelewang.

Sayangnya, Roseta yang kemudian lari dengan pria bernama Jaya di kemudian hari baru menyadari bahwa dirinya ditipu karena ternyata suaminya tak lain adalah kepala perampok yang suka membunuh. Roseta tak mampu melawan dan melarikan diri karena ia selalu dijaga. Mereka bersembunyi di rumah gedek di Ancol namun akhirnya lokasi itu tercium juga oleh pihak berwajib.

Jaya dihukum mati, demikian pula Roseta. Waktu ditagkap Roseta sedang hamil dan perempuan bekas budak belian ini menerima hukuman tiga bulan setelah melahirkan. Di hadapan khalayak ramai, Roseta dihukum gantung.

Thomas B Ataladjar menyebutkan, sejak akhir abad 17 budak sudah dijadikan barang inventaris pemiliknya. Tugas mereka bermacam-macam, ada yang memasak, mencuci pakaian, menjahit, menenun, membawa payung, tempat sirih dan tempolong ludah, atau main musik. Oleh tuannya, para budak dapat dijual kepada orang lain dan bila tak lagi diperlukan mereka dijual ke pelelangan umum.

Kisah lelang budak terjadi di gedung Toko Merah saat bangunan ini dimiliki janda Gubernur Jenderal Reiner de Klerk, Sophia Francina Westpalm. Kala perempuan ini meninggal maka seluruh warisan termasuk 181 budak dilelang. Itu terjadi pada 28 Januari 1786. Kisah pelelangan tertulis demikian, ''...Di depan rumah yang besar di tepi Kali Besar. Sakit rasanya menyaksikan para budak dilelang...Mereka berdiri di atas tangga, ngantri menunggu panggilan dan nasib. Petugas lelang memanggil satu per satu lengkap dengan nama dan tugas masing-masing. Josephine, pemain klarinet; Ariantje van Batavia, pembuat renda...Begitulah nasib para budak, inventaris janda kaya Sophia Francina Westpalm dilelang...Mereka pergi meninggalkan bangunan tempatnya mengabdi, pergi terpencar mengikuti majikan baru. Mereka tetap budak belian."

Sebuah kisah pilu budak yang hingga kini pun masih terjadi.


WARTA KOTA Pradaningrum Mijarto

Kamis, 11 Juni 2009

Berkendara Darurat dengan Fan Belt Sekarat

Berkendara Darurat dengan Fan Belt Sekarat

Satu dari sekian banyak masalah saat berkendara yang lumayan sering muncul adalah fan belt alternator putus tiba-tiba. Efeknya dapat sangat merepotkan. Karena terkait dengan kerja alternator (sistem pengisian listrik / accu) dampak putusnya komponen ini dapat mengakibatkan mogok. Karena itu, jika terdengar bunyi aneh di ruang mesin, atau lampu indikator accu menyala segera lakukan pemeriksaan.

Jika komponen yang terletak di ruang mesin ini sudah kedapatan putus, satu-satunya jalan adalah mengganti fan belt dengan yang baru. Mobil yang putus fan belt-nya tetap dapat dijalankan secara darurat, dengan catatan: lokasi yang ditempuh tidak terlalu jauh dan tetap berkendara sambil memantau temperatur mesin. Jika indikator temperatur mesin sudah melebihi standar, hentikan kendaraan sejenak, lanjutkan lagi jika mesin sudah mendingin. Selain mengontrol temperatur, mobil bisa tetap dijalankan dengan mematikan semua accesoris yang bisa menyedot energi listrik (AC, tape, lampu besar, dll). awso

Langkah-langkah tersebut perlu dilakukan mengingat fungsi vital fan belt alternator terhadap temperatur mesin maupun listrik. Secara teknis fungsinya adalah untuk meneruskan tenaga dari poros engkol ke dinamo amper, kipas pendingin dan pompa air. Dinamo amper harus digerakkan karena ia bertugas menghasilkan setrum (listrik). Energi yang dihasilkan ini akan digunakan untuk mengisi accu dan kelistrikan lainnya. Itu sebabnya, bila fan belt alternator putus, lama kelamaan sistem kelistrikan / accu mobil bisa tekor. Implikasinya adalah mobil mogok.

Sementara, kipas pendingin berguna untuk mempercepat aliran udara dari depan kendaraan yang akan melalui radiator (pendingin air). Sedangkan pompa air, berguna untuk mensirkulasikan air pendingin pada sistem pendingin. Hasil kerja kedua komponen ini akan membuat panas mesin selalu terkendali.

Di samping fan belt alternator, kendaraan umumnya terdiri dari beberapa fan belt. Diantaranya adalah fan belt untuk menggerakkan water pump (pompa air), kompresor AC dan pompa power steering. Pada mesin diesel malah ada fan belt untuk menggerakkan pompa vakum (untuk menghasilkan kevakuman). Pada beberapa tipe mobil, satu fan belt langsung menggerakkan ketiga komponen tadi.

Semua sama penting dan vital. Bila mengalami kerusakan dan tidak segera diatasi, bisa mengakibatkan kerusakan yang lebih parah. Untuk itu, kami sarankan beberapa tips untuk merawat fan belt supaya tidak putus tiba-tiba.

1. Lakukan pemeriksaan fan belt. Periksa fan belt dari kemungkinan aus, getas, dan kurang lentur. Biasanya setiap servis berkala (tune up) atau setiap 5.000 km, bengkel juga akan memeriksa komponen ini. Ganti fan belt apabila kondisinya sudah tidak baik (tipis, retak-retak dan tidak lentur).

2. Setel ketegangan fan belt apabila sudah kendor. Fan belt yang kendor bisa menyebabkan penerusan putaran tidak maksimal (terjadi slip). Bila slip, otomatis semua komponen yang digerakkan tidak akan bekerja maksimal.

3. Hindari pemakaian pelumas (grease) yang berlebihan. Biasanya, bila kerja fan belt terasa berisik, pengendara mengatasinya dengan mengolesi fan belt dengan grease. Tapi jangan terlalu banyak karena bisa mengakibatkan fan belt slip. Slip yang berlebihan akan menimbulkan panas.

Jangan Paksa Melaju Jika Rem Sedikit Terganggu

Jangan Paksa Melaju Jika Rem Sedikit Terganggu

Sistem rem memegang peranan yang sangat penting dalam membantu pengendara mengendalikan laju kendaraan. Karena itu, komponen-komponen pada sistem rem juga perlu kita rawat. Ada dua perawatan rutin untuk bagian ini. Pertama, periksa komponen rem baik kanvas, piringan, seal caliper maupun selang-selang minimal setiap kelipatan 10.000 km. Kedua, kuras minyak rem setiap kelipatan 20.000 km (1 tahun).

Pemeriksaan ini teramat penting, apalagi pada kendaraan yang sistem pengeremannya menggunakan cakram, bukan tromol. Bukan apa-apa, konstruksi rem cakram agak berbeda dibandingkan dengan tromol. Rem cakram didisain tanpa penutup sehingga jauh lebih mudah dihinggapi debu atau kotoran dari jalan. Kondisi ini memang disengaja agar cakram mudah mengalami proses pendinginan saat bekerja. Kelemahannya, yaitu tadi: disain yang terbuka ini memperbesar kemungkinan kotoran masuk sehingga memicu kemacetan pada roda-roda saat mobil dikendarai. Apabila kemacetan terjadi pada roda-roda depan, pengendara akan merasa setir tidak stabil alias cenderung “lari” ke kiri atau ke kanan.

Karena mirip sekali dengan gejala ban yang perlu di-spooring dan balancing, para pengendara seringkali terkecoh dan memaksa mobil terus melaju sambil berencana akan membawa mobil ke bengkel untuk menyetel keseimbangan dan keselarasan roda-roda. Sebaiknya, berhenti dulu dan lakukan pemeriksaan sederhana.

Kami sarankan Anda menepi di tempat yang aman bila menemukan gejala seperti kasus di atas. Lalu, periksa kondisi rem depan dengan mendongkrak ban. Pemeriksaan dapat dilakukan dengan memperhatikan putaran roda. Jika putaran roda tampak tersendat (tidak lancar), sumber masalah bukan pada spooring dan balancing, melainkan karena rem terganggu kotoran dan debu. Bersihkan kanvas rem dari debu atau kotoran yang menempel.

Memang, ada kemungkinan gangguan ini dapat diatasi dengan terus memaksakan mobil melaju. Tetapi, jika kotoran, debu atau mungkin kerikil yang menempel pada cakram relatif keras maka efek pemaksaan justru dapat membuat kondisi cakram rusak. Yang paling sering adalah cakram tergores. Yang lebih fatal lagi, mungkin saja terjadi cakram melengkung karena panas akibat gesekan yang dipaksakan. Nah, lebih mengerikan bukan? awso

Cegah Radiator Bocor dengan Perawatan Berkala

Cegah Radiator Bocor dengan Perawatan Berkala

Ada beberapa hal yang paling sering memicu kebocoran pada radiator. Yaitu: korosi (karat), benturan (baik karena tabrakan maupun karena terkena kibasan kipas radiator). Khusus untuk bahan fiber, penyebab lainnya adalah panas dan tekanan air radiator. Akibat penyebab-penyebab ini, mungkin saja terbentuk rongga atau celah di plat-plat (fiber) radiator tempat air merembes keluar.

Karena radiator bocor, air pada sistem pendingin makin lama makin berkurang. Selanjutnya, sistem pendingin tidak dapat bekerja dengan baik sehingga temperatur mesin pun tidak terkontrol dan terjadilah overheating ketika mesin terus dipaksa bekerja tanpa pendinginan.

Kita tentu sudah hapal bila mesin mengalami overheating. Karena panas yang melebihi toleransi, mesin mungkin berbunyi tidak normal, kurang bertenaga, boros bahan bakar, bahkan mogok saat dikendarai di tengah jalan. Sayang sekali, kan?

Sebelum mengalami masalah-masalah seperti itu, antisipasilah terjadinya kebocoran pada radiator. Pencegahan dapat dilakukan dengan merawat sistem pendingin. Untuk ini, ada beberapa tips yang kami sarankan:

1. Lakukan pemeriksaan air radiator secara rutin pada tangki cadangan. Jika permukaan air di tangki cadangan berada di bawah garis MIN, segera tambahkan. Jika sudah tampak kotor dan tampak keruh, kuras dan ganti dengan air radiator yang baru.

2. Gunakan cairan khusus radiator saat mengisi radiator (coolant). Selain membantu proses pendinginan, di dalam cairan tersebut juga terdapat zat yang dapat mengurangi korosi pada radiator dan mesin. Korosi dan kotoran pada air pendingin sangat tidak baik karena dapat mengganggu proses pendinginan. Kami sarankan untuk menggunakan air coolant yang berjenis ethlylene glycol berkualitas tinggi.

3. Bersihkan kisi-kisi radiator dengan menyemprotkan air pada sirip radiator.

4. Periksa kemungkinan terjadi kebocoran baik pada selang-selang maupun radiator. Kebocoran selang dapat dipantau secara manual dengan melihat ada tidaknya tetesan air. Tapi, untuk mengecek kebocoran pada radiator harus menggunakan alat khusus (sst atau special service tools). Radiator mobil Anda akan diperiksa dengan alat ini jika datang ke bengkel-bengkel jaringan Astra International.

5. Kondisi radiator dan kinerja sistem pendingin Anda akan lebih terjaga jika rutin melakukan servis berkala. Jangan lupa membawa mobil Anda ke bengkel-bengkel jaringan Astra. Saat servis berkala mulai dari 1.000, kemudian tiap kelipatan 10.000 km, salah satu bagian yang akan diperiksa adalah kondisi sistem pendingin. awso