Senin, 14 September 2009

Kolam Berundak Hidupkan Lahan Sisa


Kolam Berundak Hidupkan Lahan Sisa

IDEA
Jangan biarkan ada lahan "mati" di hunian Anda. Sekecil apapun lahan tersebut, pasti dapat dimanfaatkan. Contohnya dengan membuat kolam berundak.
/
Artikel Terkait:
Kolam Parit Penghias Lantai

Selasa, 14 Oktober 2008 13:00 WIB
KITA seringkali menemukan lahan sisa di rumah, namun kesulitan memanfaatkannya. Selain karena ukurannya yang sempit, biasanya lahan sisa juga miskin sinar matahari. Dengan kondisi demikian, membuat taman tentu tidak memungkinkan.Jangan dulu putus asa. Coba memutar otak, mencari ide, manfaatkan kreatifitas Anda. Anda tetap bisa memanfaatkan lahan sisa tersebut. Bagaimana dengan membuat sebuah kolam kecil? Dengan desain yang unik, kolam bisa "menghidupkan" lahan sisa tadi.Pada contoh foto, kolam didesain membentuk air terjun kecil. Agar tampilannya berbeda, air terjun dibuat berundak-undak. Jangn lupa padukan pula dengan keindahan dinding. Salah satu sisi dinding dilapisi batu alam. Batu alam disusun sirih dan tempelan slab. Sedangkan dinding lainnya berupa olahan semen bergaris.Bagian kolam dibuat dengan desain modern. Area sekitar kolam ditaburi batu-batu koral putih. Area miskin sinar matahari tentu sulit ditumbuhi tanaman. Solusinya, gunakan tanaman artifisial, untuk menghadirkan nuansa hijau. Jadilah sudah taman kering dengan kolam berundak.Undakan air terjun dibuat model terasering menggunakan cor semen berlapis batu candi. Pemasangan undakan, yang berukuran masing-masing 90cmx50cmx10cm ini, menggunakan sistem kantilever. Bagaimana? Sudah terbayang betapa cantiknya si kolam berundak?Penulis: AnissaFoto: TriLokasi: Rumah Rizal Yahya dan Fifit, Kebon Jeruk, Jakarta BaratArsitek: Maya Rahma Hervina

Our Mom's House







Our Mom's House

INDONESIA DESIGN
Konsep desain rumah diilhami dari kemegahan istana Versailles di Perancis.
/

Rabu, 18 Maret 2009 10:44 WIB
KOMPAS.com - Katakan cinta dengan bunga. Ungkapan ini, umum dipakai orang untuk menyatakan perasaan kepada seseorang yang dikasihi. Tetapi tidak dengan pengusaha pemilik rumah di salah satu kota besar di Indonesia ini. Kasih sayangnya kepada sang ibu, diungkapkan dengan membangun sebuah rumah yang besar dan megah. Untuk mewujudkan itu, ia pun berkonsultasi dengan seorang arsitek. Erwin H. Hawawinata, si arsitek mengatakan, saat bertemu, kliennya menyatakan keinginannya membuat rumah untuk dirinya dan ibunya. Sebab itu ketika proses desain berlangsung, ia berinteraksi bukan hanya dengan pemilik, tetapi juga dengan sang mama. Kebetulan ibu dan anak memiliki impian yang sama. Yaitu rumah yang klasik dan indah tetapi tetap nyaman dipandang mata. Hanya saja karena anak-anaknya masih kecil, pemilik menginginkan desain rumah yang lapang. Supaya semua anaknya bebas bergerak selama di dalam rumah. “Rumah ini, tempat berkumpul oma dengan cucu-cucunya,” ujar sang arsitek, menirukan ucapan kliennya. Sebab itu, rumah dibuat plong. Dari pintu masuk, langsung terlihat hall yang disebut grand lobby atau grand hall. Ruangan yang besar ini terdiri dari lobby dan ruang tamu. Namun bangunan seluas 2300 m2 yang berdiri di atas lahan 1700 m2 ini bukan hanya lapang, tetapi juga lepas. Pasalnya, halaman belakang rumah menyatu dengan hijau lapangan golf dan hanya dibatasi pagar pendek. Sementara pilar-pilar setinggi 12 meter di teras depan dan belakang rumah dan pintu-pintu dengan handle yang tinggi, membuat rumah terlihat sangat megah. Berdiri di depan pintunya, tubuh ini terasa kecil.Arsitek rumah ini menjelaskan, konsep rumah yang didesainnya diilhami dari kemegahan istana Versailles di Perancis. Hanya saja karena sang mama sudah tua, diputuskan membuat bangunan klasik dengan unsur gold yang lebih ringan. Dengan demikian, yang ditonjolkan adalah warna-warna yang lembut, natural stone serta material yang sifatnya halus. Meskipun begitu, semua proporsi dan detail rumah dihitung dengan benar, mengikuti golden rule Andrea Palladio, arsitek zaman Renaissance. Maka detil plafon misalnya, terlihat cantik dan presisi meski dilihat dari jarak yang cukup jauh. Demikian juga dengan detail pintu yang terlihat di area living room. Di sekeliling daun pintu yang terbuat dari jati solid, dipasang batu-batu marmer yang diukir halus. Lalu railing tangga, sengaja dibuat dengan besi cetak. Meski massanya menjadi lebih besar dan solid, detilnya lebih rapi dibanding menggunakan besi tempa. Menariknya, rumah ini bukan hanya finishing interiornya saja yang bagus. Pemilihan mebelnya pun dikerjakan dengan teliti. Maka kita melihat commode yang merupakan replika asli dari Raja Louis XVI, diletakkan di lobby utama. Pada bagian depan furnitur bersertifikat itu, tampak bukan hanya wajah raja dan logo Sun King, tapi juga Blue Ball dengan motif “Fleur de lis’ yang merupakan logo keluarga raja. Meja berukiran goldplate asli 18 karat ini, jelas sesuatu yang mewah. Toh kemewahan tak berhenti di situ. Semua ruang rumah ini, terlihat diisi dengan furnitur pilihan. Sofa putih pada living room misalnya, kelihatan makin wah dengan lampu kristal gantung dan pernik lampu lain yang ada di sampingnya. Sedangkan grand dining room tampak gemerlap dengan desain meja dan kursi warna keemasan. Di belakang grand dining room, terdapat family room, tempat setiap hari, keluarga ini duduk-duduk menonton televisi. Dari situ pula, mereka bisa melihat langsung halaman belakang rumah dan bentangan lapangan golf. Di lantai yang sama, terdapat pula 2 kamar yaitu kamar tidur oma dan kamar tidur anak. Kamar tidur oma sangat nyaman. Dari dalam kamar setiap hari, sang oma bisa melihat teras dan pemandangan lapangan golf yang lepas. Tapi tak cuma itu yang bisa dinikmati nenek yang bahagia ini. Sebab tepat di depan kamarnya, ada taman dengan berbagai tanaman pilihan serta kolam ikan koi yang terbuat dari batu-batu suiseki Sukabumi. Demikian juga dengan kamar tidur anak, suasananya tak kalah menyenangkan. Sementara itu tangga dengan konsep grandstairs dari istana Versailles, Perancis, mengantar penghuninya ke lantai 2 rumah. Penggunaan tangga yang dibelah menjadi 2 itu, dimaksudkan agar bangunan mendapatkan void yang cukup besar. Pemiliknya mengatakan, ia tak membutuhkan terlalu banyak ruang. Yang penting bagaimana ia dapat menjangkau setiap kamar anaknya dengan mudah. Itulah sebabnya sirkulasi untuk hilir mudik orang di rumah ini dibuat melingkar. Di lantai 2 rumah, selain kamar tidur utama terdapat pula 2 kamar anak. Kamar tidur utama memiliki ruang busana, walk in closet dan kamar mandi master. Masing-masing dengan view lapangan golf yang luas. Lalu di belakang ruang tidur utama terdapat ruang audio, home theater dan karaoke. Sementara ruang tidur anak, meski semua anaknya masih kecil, disiapkan untuk jangka panjang. Sehingga masing-masing kamar dilengkapi dengan walk in closet dan bath room. Toh, bukan hanya soal kamar tidur apik yang disiapkan pemilik rumah untuk anak-anaknya. Masih di lantai 2 di ruang santai dekat tangga, seperangkat kursi berbentuk keong warna keemasan dengan meja kaca yang bening, ditata cantik dan digunakan sebagai ruang belajar anak. Yang menarik, di sekitar area tersebut, terdapat lift yang menghubungkan lantai-lantai di dalam rumah hingga ke basement. Basement sendiri, selain dipergunakan sebagai tempat parkir mobil dan area servis, difungsikan juga sebagai ruang kerja pemilik. Dari ruang cubicle di lantai dasar itu, pemilik menjalankan operasional perusahaannya. Sebab itu, supaya memiliki pencahayaan dan sirkulasi udara yang baik, aliran kendaraan di basement dibuat melingkar. Sehingga, setelah menurunkan orang di depan pintu masuk, mobil yang turun ke lantai dasar dapat berputar dan langsung menuju entrance rumah lagi. Semuanya memang ditata untuk memudahkan seluruh penghuni rumah menjalankan aktivitasnya. Lalu bagaimana Erwin H.Hawawinata, arsitek rumah ini, berkomunikasi dengan pemiliknya saat mendesain rumah, bisa dibaca pada Majalah Indonesia Design edisi 31/2009 Luxury Homes yang menampilkan 8 beautiful dream houses dalam gaya klasik, minimalis dan tropical modern.//

5 Carport Simpel nan Menawan











5 Carport Simpel nan Menawan

Tri/iDEA
Lokasi: Rumah Agustina Suhanura, Cipinang, Jakarta Timur. Arsitek: Evan Riarvansyah Latief
/
Artikel Terkait:
Bangun Carport: Mau Coba Bahan Baru?
Bangun Carport: Landasannya Harus Kuat Dulu

Selasa, 12 Mei 2009 19:11 WIB
KOMPAS.com - Fungsi utama carport adalah sebagai tempat mobil berteduh. Namun juga bisa berfungsi untuk menambah nilai tampilan rumah.
Carport terletak di sisi luar rumah. Karenanya, carport langsung terlihat dari jalanan.Desain yang menawan menjadikan carport dapat terlibat sebagai elemen percantikan pada fasad rumah.
Untuk membuat carport, tak harus memilih desain yang ribet. Cukup yang simpel, asalkan sesuai dengan tampilan rumah. Yang penting juga, fungsi carport ini harus maksimal.
Berikut ini kami tampilkan 5 contoh desain carport yang dapat Anda terapkan di rumah.
1. Melayang dengan kantilever - Carport berukuran 5,8mx7,2m. Ukuran atapnya 3mx5,7m. Sistem kantilever membuat atap carport berkesan melayang. Penyangga atap hanya berupa empat batang besi baja. Masing-masing penyangga berdiri tegak dan berjarak 1,8m. Atap terbuat dari rangka baja. Bentuk atap menggunakan pola grid, berupa kisi-kisi kayu. Nantinya kisi-kisi kayu akan dipenuhi dengan tanaman rambat jenis Mandevilla (sejenis Alamanda).2. Atap sebagai peneduh dan balkon - Konstruksi yang digunakan adalah kantilever. Struktur utama rangkanya berupa delapan balok beton. Panjang masing-masing balok adalah 3m, dan disusun berjarak 35cm. Di atas jajaran balok beton, direbahkan kayu merbau seluas 15,8 meter persegi. Bagian atas carport berada tepat di depan pintu kamar anak. Dari sana bagian atap carport diakses sebagai balkon. Jadi selain sebagai peneduh mobil, juga berfungsi sebagai balkon.3. Atap simpel ditarik kawat - Struktur penyangga utamanya hanya sepotong besi persegi di sisi kanan atap. Sebagai penguat digunakan dua kawat baja yang dipasang bersilang. Ujung-ujung kedua kawat tertambat pada bangunan utama, dan dua titik lainnya di rangka atap bagian depan. Rangka atap hanya berupa besi hollow persegi berukuran 4cmx5cm.Struktur atap seperti ini menimbulkan kesan simpel pada bangunan.4. Atap datar besi hitam - Struktur depan atap tidak memiliki penyangga, sehingga berkesan melayang. Sebagai ganti penyangga, digunakan dua kawat baja berukuran 12mm. Kawat-kawat tersebut ditambatkan pada bangunan utama. Bahan polikarbonat dipilih untuk menutup rangka besi hollow. Agar unik, rangka tersebut disusun dengan pola grid.5. Struktur sederhana menempel - Selain sebagai peneduh kendaraan, carport juga berfungsi sebagai pintu masuk. Desain yang sederhana terlihat dari strukturnya. Bagian depan disangga oleh dua balok beton. Bagian belakang menempel pada bangunan utama. Sebagai atap, dipasang kisi-kisi kayu secara melintang. Agar lebih manis, ada Alamanda, yang dibiarkan merambat ke atap. (iDEA)

"Carport" yang Berangin


"Carport" yang Berangin

iDEA
/
Artikel Terkait:
5 Carport Simpel nan Menawan
Bangun Carport: Mau Coba Bahan Baru?
Bangun Carport: Landasannya Harus Kuat Dulu

Jumat, 31 Juli 2009 15:57 WIB
KOMPAS.com — Gapura penyambut berwarna putih. Lubang angin sepanjang dinding. Penghawaan ruang yang sejuk sepanjang hari.
Udara bergerak dari suhu yang tinggi menuju suhu yang lebih rendah. Prinsip sederhana seperti ini dapat menjadi inspirasi desain yang diterapkan pada rumah tinggal. Akan sangat membantu apabila carport sebagai area dengan penghawaan yang cukup panas menerapkan prinsip desain tersebut.
Lubang-lubang udara hadir pada sisi kiri carport. Untuk menciptakan angin, lubang itu harus diimbangi dengan lubang lain yang sejajar atau berseberangan. Demikianlah yang terjadi pada carport modern ini.
Agar suhu panas cepat turun, sisi kanan carport hanya dibatasi oleh kolom-kolom penyangga atap. Panas yang turun dari polikarbonat pun setidaknya dapat disebar. Ini karena permukaan atap yang cukup tinggi serta adanya sedikit bukaan antara balok dan polikarbonat.
Treatment desain pembeda fungsi masing-masing area cukup menarik. Untuk menuju pintu rumah dipasang material yang berbeda serta penutup atap yang lebih rendah. Atap keduanya dibatasi oleh sebuah gapura putih yang tinggi serta balok penyangga.
Untuk menciptakan efek dimensi bidang, sejumlah pencahayaan buatan dipersiapkan. Beberapa lampu sorot dipasang pada titik-titik tertentu di bagian bawah untuk dipancarkan ke atas. Pada bagian depan carport di luar gerbang ditempatkan lampu sorot mengarah ke permukaan lantai. Ini agar cahaya terpantulkan. (http://www.ideaonline.co.id/)

Rumah Tahan Gempa dari Sengkang Benar


Rumah Tahan Gempa dari Sengkang Benar

Kompas
/
Artikel Terkait:
Rumah Bidai Peredam Gempa
Dirancang Antigempa, Tahan 100 Tahun
Jumat, 11 September 2009 09:56 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com — Betapa banyak rumah masyarakat yang rusak akibat gempa. Menilik musibah gempa Tasikmalaya pada 2 September 2009, Badan Nasional Penanggulangan Bencana melaporkan, 67.760 rumah rusak berat dan 150.839 rumah rusak ringan hanya di beberapa wilayah Jawa Barat.Hengki Wibowo Ashadi, pengajar di Departemen Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Indonesia, Kamis (10/9), mengatakan, membangun rumah tahan gempa tidak rumit, hanya menuntut pembentukan detail yang tepat di bagian-bagian tertentu.”Membangun rumah tahan gempa tidak pula mahal. Pemilihan material bisa dimulai dari pemanfaatan reruntuhan batu bata bekas hingga penggunaan material ringan, seperti papan gabus untuk lapisan bagian dalam dinding dengan permukaannya dilapisi beton tipis,” kata Hengki, Kamis (10/9) di ruang kerjanya di Jakarta.Hengki mengatakan, sebagian besar korban tewas akibat gempa adalah korban yang tertimpa bangunan. Untuk mengurangi risiko tersebut pada masa-masa mendatang, masyarakat yang tinggal di daerah rawan gempa patut mempertimbangkan metode-metode pembangunan rumah tahan gempa.Berkaca dari gempa Tasikmalaya, sesuai laporan terakhir Badan Nasional Penanggulangan Bencana, terdapat 80 orang tewas dan 47 orang dinyatakan hilang. Kemudian sebanyak 1.142 orang terluka. Ini sangat tragis. Andai saja bangunan rumah mereka tahan gempa.Dari jumlah ribuan rumah penduduk yang rusak akibat gempa, ternyata masih ada data tambahan 1.193 unit bangunan sekolah rusak berat dan 1.664 unit sekolah rusak ringan. Ini menunjukkan, kalangan dunia pendidikan pun masih abai terhadap bangunan tahan gempa.Sengkang yang benarHengki menuturkan, membuat rumah tahan gempa dengan bentuk yang lazim dibuat penduduk seperti sekarang itu mudah dan murah. Kuncinya pada detail penempatan dan pembuatan sengkang (ring pada balok) yang harus benar.”Saya pernah menyurvei toko-toko bangunan yang menjual kerangka besi untuk balok-balok beton. Rata-rata penempatan posisi sengkang salah semua,” kata Hengki.Posisi sengkang yang benar bertujuan supaya rumah yang dibangun nantinya tahan gempa. Sengkang yang benar mencermati kerapatan posisi sengkang di ujung-ujung setiap balok beton. Sengkang pada kedua ujung balok itu harus rapat.Jarak kerapatan sengkang satu sama lain bisa sekitar 5 sentimeter. Namun, patokan yang benar, batu untuk campuran beton yang dipergunakan harus tak bisa lolos. Kalau ukuran kerikil batu sekitar 2 sentimeter, mau tak mau kerapatan sengkang tak lebih dari 2 sentimeter.Untuk ketinggian rangkaian, posisi sengkang yang rapat itu ditetapkan dua kali lebar balok yang ingin dibentuk. Kalau lebar balok 20 sentimeter, rangkaian sengkang yang merapat di kedua ujung balok tersebut panjangnya harus 40 sentimeter.”Posisi sengkang yang merapat di kedua ujung balok menjadi penahan gerakan gempa. Bentuk detail sengkang pada ujung balok beton ini yang paling penting, tetapi masih banyak diabaikan,” kata Hengki.Berdasarkan survei ke toko-toko bangunan yang menjual sengkang, menurut Hengki, bentuk sengkang yang dijual di toko-toko bangunan itu rata-rata salah. ”Ujung besi sengkang yang salah itu posisinya tak dibelokkan ke tengah-tengah diagonal sengkang,” kata Hengki.Ujung besi sengkang yang dibelokkan ke tengah diagonal berfungsi memberi kekuatan yang lebih untuk menahan gaya gempa.Terkait dengan penguatan struktur tulang lainnya yang sering diabaikan masyarakat, lanjut Hengki, yaitu tidak ada penjangkaran pada sambungan balok beton vertikal dengan horizontal.Penjangkaran atau pembelokan ujung besi balok horizontal ke bawah menempel besi balok vertikal itu memiliki rumus panjang 20 kali diameter besi yang digunakan. Kalau besi yang digunakan berdiameter 10 milimeter, penjangkarannya cukup dengan 200 milimeter.Balok beton fleksibelMetode lain membuat rumah tahan gempa adalah dengan pembentukan balok beton fleksibel. Balok beton fleksibel tidak menyatu dengan lapisan dinding, tetapi hanya dihubungkan dengan pelat baja.”Ketika terjadi gempa, struktur balok beton fleksibel itu dibebaskan bergerak. Namun, lapisan dinding dipertahankan tidak bergerak supaya terhindar dari keretakan,” kata Hengki.Pada prinsipnya, bangunan atau rumah tahan gempa itu menggunakan material yang ringan, tetapi kuat. Logikanya, ketika terpaksa harus runtuh akibat gempa, struktur bangunan dari material ringan itu tidak akan sampai mematikan.”Di sinilah letak penting untuk kembali menengok cara-cara tradisional kita dalam mendirikan bangunan atau rumah dengan kayu dan bambu. Kemudian, atapnya berupa ijuk, dan sebagainya,” kata Hengki.Pemilihan material seperti kayu dan bambu memenuhi unsur ringan dan kuat, seperti pembuatan dinding dengan gedek atau rajutan bilah bambu itu jelas akan membentuk lapisan dinding yang ringan dan ramah terhadap gempa.Untuk menempuh kembali metode tradisional tersebut, Hengki mengatakan, langkah terpenting adalah membuat material yang lebih kuat dan tahan lama, seperti melapisi bambu dengan polimer.

Jumat, 21 Agustus 2009

Arti Kehidupan






















Arti Sebuah Kehidupan Sejati

Jumat, 07 Agustus 2009

Ini Ontelku, Mana Ontelmu


Ini Ontelku, Mana Ontelmu

DOK KOMPAS.COM
Anggota Komunitas Onthel Batavia (Koba) berpose dengan sepeda kesayangan mereka di depan Bundaran HI, Minggu (5/10/2008).
Rabu, 8 April 2009 12:38 WIB
Kereta angin berawal di Eropa di akhir abad 18. Malah, konon, Leonardo da Vinci sudah memiliki visi tentang kereta angin alias sepeda ini di akhir abad 15 melalui sketsa yang ditemukan di antara catatan hariannya. Museum Ilmu Pengetahuan (Museum of Science) di Boston, AS, menyebut sepeda – dalam sebuah pameran Leonardo da Vinci – sebagai produk dari sebuah gagasan yang merupakan gabungan antara seni dari masa Renaissance, ilmu pengetahuan, dan penciptaan.Siapa sebenarnya penemu pertama kereta angin ini masih diperdebatkan. Beberapa buku sejarah menyebutkan, Pierre dan Ernest Michaux, anak bapak asal Perancis ini tertulis sebagai penemu sepeda sekitar tahun 1860-an. Bukti lain menyatakan, kereta angin ini sudah ada jauh sebelum 1860-an, namun demikian Ernest Michaux tetap diakui sebagai penemu sepeda modern (dengan pedal dan engkol) di tahun 1860-an.Di tahun 1818 diperkenalkan sepeda Walking Machine karya Baron Karl Drais von Sauerbronn dari Jerman – tipe awal sepeda yang terbuat dari kayu tanpa pedal dan pengendaranya seperti ”menunggang kuda lumping”. Jauh sebelum itu, tahun 1790, Comte Mede de Sivrac menciptakan sepeda tanpa alat kemudi. Kereta angin tanpa alat kemudi (celeripede) ini dipercaya sebagai cikal bakal sepeda.Von Drais memodifikasi sepeda awal tadi hingga mempunyai mekanisme kemudi pada bagian roda depan dengan mengambil tenaga gerak dari kedua kaki (draisienne). Proses penciptaan selanjutnya dilakukan Kirkpatrick Macmillan tahun 1839, di mana dia menambahkan batang penggerak yang menghubungkan antara roda belakang dengan ban depan draisienne (velocipede). Untuk menjalankannya, tinggal mengayuh pedal yang ada.James Starley dan keponakannya, John Kemp Starley, mulai membangun sepeda di Inggris di tahun 1870. James Starley mempopulerkan sepeda dengan roda depan yang sangat besar dengan roda belakang sangat kecil. Dia membuat terobosan dengan mencipta roda berjari-jari dan metode cross-tangent (ordinary bicycle). Sampai kini kedua teknologi itu masih terus dipakai. Keponakannya memperbaiki temuan tadi dengan mengganti ukuran kedua roda menjadi sama besar dan menggunakan rantai sebagai penggerak roda belakang (safety bicycle).Indonesia mengenal sepeda sejak Belanda datang dan memperkenalkan alat transportasi ini ke pelosok tanah air. Hingga kini, penggemar sepeda kuno yang biasa disebut ontel/jengki – sepeda yang sangat populer di negeri Ratu Beatrix – tetap eksis bahkan meningkat. Sebut saja Jakarta, yang sudah mengawali terbentuknya perkumpulan sepeda ontel sejak 1982 bernama Perkumpulan Sepeda Tempo Doeloe Batavia Silang Monas (PSTDBSM). ”Awalnya cuma 15 orang anggotanya. Kita dulu seneng kumpul-kumpul aja di Monas. Lama-lama tambah banyak yang suka. Akhirnya kita sempat punya 300-an anggota tapi sekarang mencar lagi. Sebab kan beda-beda tujuannya. Sekarang kan juga udah ada perkumpulan lain,” papar Iyang HS, salah satu dedengkot perkumpulan ini.Pemilik lima sepeda ontel dari beragam tahun ini menambahkan, siapapun asal punya sepeda ontel atau kumbang (sepeda kuno) dan tertarik jalan-jalan keliling Jakarta dengan sepeda itu, bisa bergabung. ”Kita punya moto, senang kita makan bareng-bareng, susah kita gotong bareng-bareng. Kita enggak mau jalan sendiri-sendiri, semua anggota ini saudara kita,” tegas ayah tiga putri dan putra ini.Sepeda keluaran Belanda bermerk Gazelle jadi salah satu sepeda yang diincar penggemar sepeda ontel. ”Gazelle, Batavus, Raleigh, Burgres, pokoknya merek-merek Eropa. Kita enggak main sama merek-merek China dan Jepang,” lanjut Iyang, ”Kita cari sepeda seperti ini ke Jawa. Di sana masih banyak yang asli semua onderdilnya. Makin tua makin bagus. Harganya juga masih murah. Biasanya saya cari ke Klaten, Jogja, atau Jombang. Di Jawa Tengah, Jawa Timur masih banyak.”Untuk menaksir harga sebuah sepeda tentu tergantung merk dan kondisi sepeda yang akan dibeli. Setidaknya siapkan dana mulai Rp 500.000 sampai Rp 1,5 juta. Itu kalau hendak sekalian membeli aksesoris macam yang dimiliki Iyang.Di setang sepeda Iyang, merek Asele asal Jerman, bertengger lampu antik asal Jerman merk Bosch yang dibelinya seharga Rp 250.000. Belum lagi bel delman merek Valentino Bell bikinan Amerika. Tampilan sepeda dari tahun 1940an ini pun makin yahud. Iyang dan rekan lainnya tak mau kalah pamor, tentu saja, dengan makin maraknya perkumpulan pengguna sepeda non ontel. ”Di Eropa kan orang pakenya yang seperti ini. Sepeda kumbang, ontel.” ujar Iyang dengan bangga.Ah, jadi ingat satu bait lagu milik penyayi Inggris Katie Melua – yang sempat meledak di pasaran Eropa – sepeda tak hanya menyesakkan Eropa tapi juga China:There are nine million bicycles in BeijingThat’ s a factIt’s a thing we can’t denyLike the fact that I will love you till I die...WARTA KOTA Pradaningrum Mijarto